JATINANGOR – Kisah inspiratif datang dari pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2026. Mohamad Toriq Anwar, putra seorang petani asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN dan memperoleh kehormatan disematkan langsung tanda pangkat Pamong Praja Muda oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Toriq merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayah dan ibunya bekerja sebagai petani sekaligus peternak bebek yang menjual telur hasil ternaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara sang kakak bekerja sebagai buruh di pabrik kayu di daerah setempat.
Berbekal tekad kuat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, Toriq mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN pada tahun 2022. Ia berhasil meraih peringkat kedua hasil akhir seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat dua pada hasil akhir tes di Provinsi Jawa Tengah. Saya memilih IPDN karena merupakan sekolah kedinasan yang memberikan biaya pendidikan dan biaya hidup dari negara,” ujar Toriq saat diwawancarai di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Perjalanan menuju IPDN tidaklah mudah. Keterbatasan ekonomi keluarga sempat menjadi tantangan besar, terutama saat harus mengikuti rangkaian seleksi di Semarang yang berjarak sekitar empat hingga lima jam dari kampung halamannya di Banyumas. Biaya transportasi dan kebutuhan administrasi menjadi beban tersendiri bagi keluarganya.
“Kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk transportasi maupun pengurusan berkas. Namun mereka tetap berusaha agar saya bisa mengikuti seluruh tahapan seleksi,” kenangnya.
Berkat kerja keras dan kegigihan, Toriq mampu melewati seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), pemeriksaan kesehatan, psikotes hingga tes kesamaptaan. Ia bahkan mencatatkan nilai SKD sekitar 455 dan menjadi peringkat pertama pada sesi seleksi yang diikutinya.
Puncak kebanggaan dirasakannya saat menjadi satu dari tiga Purna Praja yang mendapat kehormatan menerima penyematan tanda pangkat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya merasa sangat bangga. Menjadi salah satu dari tiga orang yang disematkan langsung oleh Presiden merupakan pengalaman yang sangat membanggakan dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya.
Prestasi tersebut semakin memantapkan niat Toriq untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara melalui jalur pemerintahan. Ia menegaskan kesiapannya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa.
“Kami siap mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Keberhasilan Mohamad Toriq Anwar menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga, anak petani dari Banyumas itu mampu mengukir prestasi hingga berdiri di hadapan Presiden sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN Tahun 2026.






