BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA,  — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat langkah pencegahan risiko dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah melalui sinergi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Tengah.

Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), transparansi, akuntabilitas, serta pencegahan potensi kesalahan dalam pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu fokus pembahasan saat Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah Buyung Wiromo Samudro melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjarnegara.

Kunjungan tersebut diterima langsung Bupati Banjarnegara Amalia Desiana di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Kamis (3/9/2026).

Buyung mengatakan, sinergi BPKP dengan pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus melakukan pencegahan terhadap berbagai risiko dalam tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi juga perlu diperkuat sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan program.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengadaan barang dan jasa, termasuk optimalisasi penggunaan E-Katalog. BPKP mendorong pejabat pengadaan tetap melakukan riset harga pasar dan negosiasi harga melalui sistem yang tersedia.

READ  75 Calon Paskibraka Banjarnegara Digembleng Jelang HUT ke-81 RI

Langkah tersebut dinilai penting agar proses pengadaan tetap memenuhi prinsip efisiensi, transparansi, kepatuhan terhadap aturan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami berkomitmen mendampingi pemerintah daerah agar para pejabat pengadaan dapat bekerja secara tenang sepanjang keputusan diambil dengan itikad baik, transparan dan sesuai prosedur negosiasi harga yang akuntabel,” ujarBuyung.

Pendampingan BPKP, lanjutnya, juga diarahkan untuk membantu pemerintah daerah memitigasi risiko pengadaan barang dan jasa sehingga potensi permasalahan dapat dicegah sejak awal.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyambut baik kunjungan dan pendampingan BPKP Jateng tersebut. Ia menegaskan Pemkab Banjarnegara terus mendorong penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas.

“Kami terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa sejak dari tahap perencanaan,” katanya.

Sinergi dengan BPKP diharapkan dapat memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan internal Pemkab Banjarnegara, sekaligus memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.(Bas).

Berita Terkait

Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031
BPN Banten Gandeng PWI, Masyarakat Diharapkan Lebih Paham Prosedur Pertanahan
Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Iptek dan Berinovasi
HPS 2026, Zarkasi Dorong Perlindungan Sawah dan Perbaikan Irigasi
Lettu Inf Harits Adam Yuseno Dimakamkan Secara Militer di Banjarnegara
HPS 2026, Banjarnegara Surplus Beras 30 Ribu Ton dan Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
Pemkab Banjarnegara Dukung Perjuangan Pengakuan dan Kesejahteraan Guru PAUD
Golkar Banjarnegara Lantik Pengurus di 20 Kecamatan, Bidik Kenaikan Suara pada Pemilu Mendatang

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:52

Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:19

BPN Banten Gandeng PWI, Masyarakat Diharapkan Lebih Paham Prosedur Pertanahan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:12

Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Iptek dan Berinovasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:12

HPS 2026, Zarkasi Dorong Perlindungan Sawah dan Perbaikan Irigasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:10

Lettu Inf Harits Adam Yuseno Dimakamkan Secara Militer di Banjarnegara

Berita Terbaru