Banjarnegara,PelitaNews.id – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2026 di Desa Brengkok, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, kembali dilaksanakan untuk memperluas jaringan irigasi tersier menuju lahan persawahan yang selama ini belum terjangkau aliran air.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi sehingga produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi, dapat terus meningkat.
Kepala Desa Brengkok, Paryan Nurcahyo, mengaku bersyukur karena desanya kembali memperoleh bantuan program P3TGAI pada tahun ini.
“Kami sangat bersyukur karena setiap tahun program ini selalu ada. Persoalannya, jaringan irigasi di wilayah persawahan kami memang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan air seluruh petani. Karena itu, program ini sangat membantu,” ujar Paryan, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan P3TGAI tahun sebelumnya difokuskan pada titik-titik yang paling sulit dijangkau. Medan yang berat serta proses langsiran material yang cukup jauh menjadi tantangan utama dalam pembangunan.
“Tahun lalu kami mengerjakan lokasi yang paling sulit. Langsiran material cukup jauh sehingga pekerjaan lebih berat. Alhamdulillah, kendala itu sudah terlewati. Tahun ini lokasi pekerjaan relatif lebih mudah karena jarak langsiran tidak sejauh sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua P3A Turi Jaya, Mardiono, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersier tersebut akan memperluas layanan air menuju lahan pertanian yang selama ini belum mendapatkan pasokan secara optimal.
“Harapan kami, pembangunan ini semakin memudahkan aliran air menuju sawah yang sebelumnya belum terjangkau. Kebutuhan air petani memang masih cukup besar, tetapi khusus untuk wilayah Dusun Krajan tinggal satu tahapan lagi agar jaringan irigasi dapat lebih maksimal,” katanya.
Mardiono menjelaskan, hingga saat ini progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 65 persen. Pekerjaan dilaksanakan sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) dengan target penyelesaian selama 45 hari kalender.
“Progress pekerjaan saat ini sudah sekitar 65 persen. Dari total volume, pembangunan telah mencapai sekitar 375 meter. Kendala yang kami hadapi adalah proses langsiran material sejauh kurang lebih 218 meter, namun kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target,” pungkasnya. (Bas)






