LPKS Sinar Karya Sukses Tekankan Sertifikasi Kompetensi CPMI Sesuai Keterampilan dan Negara Tujuan

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, PelitaNews.id— Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Sinar Karya Sukses menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) sebelum bekerja ke luar negeri.

Kompetensi CPMI dinilai harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta kebutuhan negara tujuan agar mereka memiliki bekal keterampilan yang memadai dan memahami prosedur bekerja secara aman.

Hal tersebut disampaikan dalam tasyakuran sekaligus peresmian kantor baru LPKS Sinar Karya Sukses di Jalan Tentara Pelajar No. 50, Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya aktivitas LPKS yang bergerak di bidang peningkatan keterampilan, bahasa, dan kesiapan CPMI. Dalam kesempatan itu, lembaga juga memberikan santunan kepada 40 anak yatim di lingkungan sekitar.

Peresmian dipimpin Kepala Cabang PT Crystal Biru Meuligo (CBM), Giyatno Sugeng Wardoyo atau Egy, dan dihadiri sejumlah mitra kerja serta pendamping CPMI.

Giyatno mengatakan, keberadaan LPKS diharapkan dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.

READ  Wamendagri Akhmad Wiyagus: Penanganan TBC Harus Terintegrasi dalam Perencanaan dan Anggaran Daerah

Menurutnya, keinginan bekerja di luar negeri harus dibarengi kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan dan negara tujuan.

“LPKS ini membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami memberikan edukasi dan pelatihan agar calon PMI memiliki kompetensi sesuai kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan merupakan tahapan awal sebelum CPMI mengikuti uji kompetensi. Setelah dinyatakan kompeten, peserta dapat memperoleh sertifikat kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerja sama dengan LPKS.

“Setelah mengikuti pelatihan, mereka menjalani uji kompetensi. Kalau dinyatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat BNSP, proses berikutnya dilakukan sesuai mekanisme penempatan yang berlaku,” katanya.

Giyatno juga menegaskan bahwa LPKS berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan, bukan lembaga penempatan PMI. Proses penempatan menjadi kewenangan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) atau melalui program pemerintah sesuai ketentuan.

Pelatihan Disesuaikan Negara Tujuan.
Kepala LPKS Sinar Karya Sukses, Nina Dwiyanti, mengatakan materi pelatihan dirancang sesuai keterampilan, pekerjaan, dan negara tujuan CPMI.

Saat ini, pelatihan tersedia bagi CPMI yang berencana bekerja di Singapura, Hong Kong, Malaysia, dan Taiwan.

READ  Hutama Karya Gelar Operasi Keselamatan Secara Berkela di Seluruh Ruas Tol Kelolaan

“Fungsi LPKS ini mendidik agar mereka memiliki kemampuan bahasa dan keterampilan kerja. Harapannya, ketika bekerja di luar negeri, mereka sudah memiliki bekal sesuai kebutuhan pekerjaan,” jelas Nina.

CPMI ditargetkan mengikuti pelatihan sekitar dua bulan sebelum menjalani uji kompetensi. Materi yang diberikan tidak hanya berupa keterampilan teknis, tetapi juga bahasa, aturan, budaya, serta pemahaman mengenai risiko di negara penempatan.

Nina menilai, kesesuaian kompetensi dengan pekerjaan menjadi faktor penting agar CPMI lebih siap bekerja dan mampu memenuhi standar yang dibutuhkan pengguna jasa.

Sementara itu, Giyatno menyebut proses perizinan LPKS membutuhkan waktu sekitar satu tahun karena sempat menghadapi kendala pada sistem *Online Single Submission* (OSS).

Dengan beroperasinya LPKS tersebut, pihaknya berharap masyarakat mendapatkan akses pelatihan dan informasi yang benar sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

“Harapannya, CPMI berangkat melalui proses yang benar dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan di negara tujuan,” pungkasnya. (Bas)

Berita Terkait

Wartawan Mengaku Dikeroyok Saat Liput Demo HUT ke-500 Kabupaten Serang, HP Disebut Ikut Diamankan
OJK Dorong Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa, BIK 2026 Dipusatkan di Banjarnegara
Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan
Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL
Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November
Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran
Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

Wartawan Mengaku Dikeroyok Saat Liput Demo HUT ke-500 Kabupaten Serang, HP Disebut Ikut Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:34

OJK Dorong Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa, BIK 2026 Dipusatkan di Banjarnegara

Rabu, 23 September 2026 - 16:36

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39

Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL

Kamis, 17 September 2026 - 08:06

Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November

Berita Terbaru