Dam Kali Kepuh Rusak, 100 Hektare Sawah di Brengkok Bergantung pada Rehabilitasi

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi DAM Kali Kepuh saat ini, sangat berguna dan bermanfaat jika kemarau tiba di Desa Brengkok.(Dok.PelitaNews.id)

Kondisi DAM Kali Kepuh saat ini, sangat berguna dan bermanfaat jika kemarau tiba di Desa Brengkok.(Dok.PelitaNews.id)

Banjarnegara,PelitaNews.id– Harapan ratusan petani di Desa Brengkok, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, terhadap rehabilitasi Dam Kali Kepuh hingga kini belum terwujud. Padahal, bendung yang telah puluhan tahun menjadi sumber irigasi itu menjadi penopang utama pasokan air bagi sekitar 100 hektare lahan pertanian di wilayah Brengkok hingga perbatasan Desa Karang Salam.

Pemerintah Desa Brengkok mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan bendung tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui dinas terkait. Namun, hingga pertengahan 2026, usulan itu belum juga terealisasi, sementara kondisi bangunan terus mengalami penurunan fungsi.

Kepala Desa Brengkok, Paryan Nurcahyo, mengatakan rehabilitasi Dam Kali Kepuh menjadi kebutuhan mendesak mengingat sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat setempat.

 “Sudah berkali-kali kami mengusulkan, bahkan pihak kecamatan juga ikut membantu menyampaikan usulan. Namun sampai sekarang belum ada realisasi. Harapan kami, dam ini tidak hanya diperbaiki, tetapi dibangun lebih permanen agar mampu mendukung peningkatan hasil panen padi masyarakat,” ujar Paryan, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, Dam Kali Kepuh memiliki nilai historis karena sejak puluhan tahun lalu menjadi sumber kehidupan bagi petani di wilayah tersebut. Keberadaan bendung itu kini mampu mengairi sekitar 100 hektare lahan persawahan**, sekaligus menopang budidaya tanaman pangan lainnya.

READ  Wujud Polri untuk Masyarakat, Polres Brebes Tebar Bantuan Air Bersih dan Bansos di Banjarharjo

Paryan mengenang, sebelum bendung dibangun, aliran Kali Kepuh hanya dimanfaatkan secara terbatas, terutama untuk memenuhi kebutuhan warga saat musim kemarau.

“Dulu saat saya masih muda, Kali Kepuh belum dimanfaatkan secara maksimal. Baru setelah ada dam, pasokan air untuk sawah menjadi jauh lebih baik sehingga pertanian berkembang,” katanya.

Hal senada disampaikan Mardiono (56), petani asal Dusun Krajan. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banjarnegara segera merehabilitasi Dam Kali Kepuh agar fungsi irigasi kembali optimal.

Menurut Mardiono, kerusakan paling terlihat berada pada bagian sayap bendung dan saluran pelimpah (spillway). Berdasarkan pengamatannya, bagian pelimpah yang rusak mencapai sekitar 10 meter, sedangkan kerusakan pada sayap kanan dan kiri bendung diperkirakan mencapai 20 meter.

Ia juga menceritakan, sebelum bendung permanen dibangun pada era 1980-an, warga harus bergotong royong membendung aliran sungai menggunakan batang pohon kelapa setiap kali memasuki musim tanam maupun menjelang panen.

“Dulu sebelum ada dam permanen, warga bersama-sama membendung sungai dengan batang kelapa agar air bisa masuk ke sawah. Sekarang kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan sehingga memang perlu diperbaiki,” ujarnya.

READ  Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani Amankan Senjata Api Rakitan di Wilayah Perbatasan

Mardiono menambahkan, jaringan irigasi tersier di wilayah Brengkok saat ini sudah mulai diperkuat melalui sejumlah program peningkatan tata guna air, termasuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Namun, menurutnya, manfaat program tersebut belum akan maksimal apabila bangunan utama Dam Kali Kepuh tidak segera direhabilitasi.

Ia berharap pemerintah daerah menjadikan perbaikan bendung tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pertanian.

“Kami berharap Ibu Bupati bisa melihat potensi Kali Kepuh. Selain mendukung pertanian, sumber air ini juga berpeluang dikembangkan untuk sektor perikanan dan perkebunan jika pengelolaannya lebih optimal,” pungkasnya. (Bas)

Berita Terkait

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen
Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar
Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar
Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal
Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan
Kades Mekar Jaya Pimpin Upacara HUT RI Ke 81 Berlangsung Khidmat
DIA, Gadis Cilik Legian, Curi Perhatian di Panggung Gema Kemerdekaan Pantai Legian
Peringati Nilai Kebangsaan, Rofik Hananto dan Bupati Amalia Dorong Warga Jadi Duta Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:21

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:54

Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:01

Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:23

Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:09

Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan

Berita Terbaru