Banjarnegara, PelitaNews.id – Anggota Komisi XIII DPR RI Rofik Hananto dan Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Gerakan Relawan Kebijakan Pancasila kepada Masyarakat di Aula Hotel Central Banjarnegara, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman. Acara diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kader PKS, serta dihadiri Inspektur Banjarnegara Agung Yusianto, anggota DPRD, dan perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Rofik Hananto menekankan pentingnya penguatan ideologi Pancasila agar nilai-nilai luhur yang menjadi karakter bangsa tidak tergerus oleh modernisasi.
Menurutnya, nilai seperti *tepa selira*, gotong royong, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia yang perlu terus dipertahankan.
“Nilai-nilai yang sudah lahir menjadi watak bangsa ini, seperti tepa selira dan gotong royong, jangan sampai pudar oleh perkembangan zaman. Pancasila adalah kristalisasi hasil perjuangan para pahlawan dan konsensus para *founding fathers* kita,” ujar Rofik.
Ia mengatakan Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang masyarakat. Karena itu, persatuan yang dibangun berdasarkan lima sila Pancasila harus terus dijaga.
Menurut Rofik, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai ideologi negara, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan tindakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, harus benar-benar dihayati dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya berharap masyarakat yang mengikuti kegiatan penguatan ideologi Pancasila ini bisa menjadi Duta Pancasila di wilayahnya, serta memberikan semangat kepada masyarakat lain untuk menerapkan Pancasila dalam keseharian,” kata Amalia.
Bupati juga mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran kepada pemerintah secara bijak dan santun. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan seharusnya disampaikan melalui komunikasi yang konstruktif.
Amalia juga membagikan pengalamannya setelah mengikuti kegiatan di Lemhannas. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Gotong royong dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam membangun daerah secara bertahap,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Inspektur Banjarnegara Agung Yusianto turut menjadi salah satu narasumber. Kegiatan juga diisi dengan pementasan seni budaya lokal berupa tari tradisional.
Pertunjukan tersebut menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan yang dinilai tetap relevan dengan kondisi saat ini. Semangat perjuangan itu dapat diwujudkan melalui upaya bersama melawan kebodohan, kemiskinan, dan berbagai persoalan sosial di masyarakat. (Bas)






