Organisasi Perempuan Brebes Bersinergi Wujudkan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas menjadi fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang tangguh. Untuk memperkuat peran tersebut, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Brebes menggelar Penguatan Kelembagaan Organisasi Perempuan Tingkat Kabupaten Brebes bertema “Perempuan Sebagai Garda Terdepan Penjaga Kesehatan Keluarga” di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini diikuti seluruh organisasi perempuan se-Kabupaten Brebes sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus meningkatkan pemahaman tentang isu-isu kesehatan yang menjadi tantangan di tengah masyarakat. Tiga materi disampaikan oleh narasumber dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, dan Dinas Kesehatan.

Mengawali sesi materi, Kepala Bagian Kesra Setda Brebes, Kambali, memaparkan Strategi Kebijakan untuk Meningkatkan Kesehatan Perempuan. Ia menjelaskan, bahwa kebijakan kesehatan nasional terus berkembang melalui berbagai regulasi, mulai dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, PP Nomor 28 Tahun 2024, hingga Permenkes Nomor 2 Tahun 2025. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kesehatan reproduksi, serta perlindungan perempuan dan keluarga.

READ  KOPDARNAS XI FKPPI di Tangerang Selatan Berakhir, KOPDARNAS XII Siap Digelar di Palembang

“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kesehatan keluarga. Ketika perempuan memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan, maka keluarga akan menjadi lebih sehat, kuat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Kambali.

Materi berikutnya disampaikan Nunung Indriani, dari Pokja IV TP PKK Kabupaten Brebes mengenai Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB). Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan program nasional yang bertujuan membentuk keluarga mandiri dalam menjaga kesehatan, kelestarian lingkungan, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurutnya, Kabupaten Brebes memiliki tantangan tersendiri, mulai dari stunting, kesehatan ibu dan anak, ancaman banjir, rob, hingga tanah longsor. Oleh karena itu, implementasi sembilan program GKSTTB diharapkan mampu meningkatkan ketahanan keluarga melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, kepedulian terhadap lingkungan, hingga kesiapsiagaan bencana.

“Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif kader PKK, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan seluruh keluarga agar budaya hidup sehat benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” tutur Nunung.

READ  Wamendagri Akhmad Wiyagus: Penanganan TBC Harus Terintegrasi dalam Perencanaan dan Anggaran Daerah

Pada sesi terakhir, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, Arlinda Rosmeilani, memberikan edukasi mengenai Pencegahan dan Pengenalan Bahaya HIV/AIDS. Ia menjelaskan bahwa HIV masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama karena masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai cara penularannya.

Ia menegaskan bahwa HIV hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan darah, sedangkan penularannya paling banyak terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, serta dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Pengobatan dengan terapi Antiretroviral (ARV) juga terbukti mampu menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi sehingga kualitas hidup penderita meningkat dan risiko penularan dapat ditekan.

“HIV bukan untuk ditakuti, tetapi harus dipahami. Yang perlu kita lawan adalah penularannya, bukan penderitanya. Semakin cepat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan, semakin besar peluang seseorang menjalani hidup yang sehat dan produktif,” ungkap Arlinda.

Melalui kegiatan ini, organisasi perempuan di Kabupaten Brebes diharapkan semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kesadaran hidup sehat, serta mewujudkan masyarakat Brebes yang lebih sehat, tanggap, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (*)

READ  LSBSN Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Cegah Kebakaran Berulang di TPA Jatiwaringin

Berita Terkait

Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara
BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
LPKS Sinar Karya Sukses Tekankan Sertifikasi Kompetensi CPMI Sesuai Keterampilan dan Negara Tujuan
Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen
Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar
Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:50

Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 - 10:43

Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sabtu, 5 September 2026 - 05:54

Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara

Jumat, 4 September 2026 - 12:59

BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:47

LPKS Sinar Karya Sukses Tekankan Sertifikasi Kompetensi CPMI Sesuai Keterampilan dan Negara Tujuan

Berita Terbaru