Banjarnegara, PelitaNews.id– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2026 di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus mendukung pengembangan perikanan air tawar melalui perbaikan jaringan irigasi.
Sekretaris P3A Polo Marto, Wiwin, mengatakan pembangunan fisik di dua titik telah rampung dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
“Pekerjaan utamanya sudah selesai, tinggal finishing agar lebih rapi. Kami mendapat dua titik pekerjaan dan seluruh panjang saluran sudah terselesaikan,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Wiwin, Desa Kincang sebelumnya telah menerima Program P3TGAI pada 2021 dan kembali memperoleh bantuan pada 2026 karena masih banyak jaringan irigasi yang membutuhkan penanganan.
Ia menjelaskan, seluruh pekerja telah difasilitasi alat pelindung diri (APD) berupa helm, rompi, dan sepatu karet. Selama pelaksanaan, tidak ditemukan kendala berarti, meski proses pengangkutan material menuju lokasi cukup memakan waktu karena akses yang jauh.
Wiwin menilai pembangunan saluran irigasi di lokasi bagian hilir memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Sebelumnya, kawasan tersebut belum pernah memiliki saluran permanen sehingga distribusi air ke lahan pertanian sering tidak maksimal.
“Sekarang air sudah mengalir sampai ke lahan paling bawah. Dulu air sering meluap ke mana-mana karena belum ada salurannya. Manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain meningkatkan pasokan air untuk pertanian, pembangunan tersebut juga diharapkan mengurangi potensi genangan saat musim hujan di sekitar permukiman.
Sementara itu, Ketua P3A Polo Marto, Masdar, berharap Desa Kincang dapat kembali memperoleh Program P3TGAI pada tahun-tahun mendatang.
“Masih banyak lahan yang belum teraliri irigasi. Selain untuk sawah, saluran air juga sangat dibutuhkan untuk mendukung budidaya dan pembenihan ikan air tawar di Desa Kincang,” pungkasnya. (Bas)






