MADIUN – Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) PO. Eka terbakar hebat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (22/08/2026). Bus yang memulai perjalanan dari Terminal Bungurasih, Surabaya, itu sedianya mengantarkan para penumpangnya ke terminal akhir, Bangga Mbangun Desa, Cilacap, Jawa Tengah.
Namun sial, diperkirakan baru menempuh sepertiga dari total jarak tempuh, bus tersebut terbakar di jalur utama Surabaya – Madiun, Desa Tiron, Kecamatan Madiun. Dalam kepanikan bergegas saling berebut keluar menyelamatkan diri, seorang dari 19 penumpangnya mengalami luka bakar ringan.
Korban yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke klinik terdekat, untuk menjalani perawatan medis atas lukanya. Luka yang dialami korban akibat tersenggol benda panas dalam kabin bus saat dia turut berebut keluar.
“Ada salah seorang penumpang yang mengalami luka bakar. Kan bagian interior bus panas akibat terbakar. Nah, mungkin dia tersenggol saat berebut keluar. Tapi langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk pengobatan,” terang Pandu, petugas Damkar Kota Madiun, kepada koresponden.
Dikatakannya, saat terjadi kebakaran pihaknya (Damkar Kota Madiun) yang pertama kali dihubungi untuk dimintai bantuan pemadaman. Sambil meluncur menuju lokasi dengan satu unit Damkar kapasitas 10.000 liter, pihaknya menghubungi pihak terkait (Damkar Kabupaten Madiun) yang menurunkan 3 unit Damkar.
Kepada para jurnalis pengemudi bus mengatakan, Bus Eka bernopol S 7856 US yang dikemudikannya meluncur dari arah Utara (Surabaya) menuju Selatan (Kota Madiun). Hanya berjarak sekitar 3 kilometer sebelum masuk Terminal Purbaya, Kota Madiun, untuk transit, sang pengemudi diteriaki pengendara lain, adanya sinyal kebakaran, muncul asap di bagian belakang.
Sang pengemudi bus segera memperlambat kecepatan untuk menepikan kendaraan, tepat di Desa Tiron, Kecamatan Madiun, tak jauh dari traffic light. Saat itu awak bus langsung turun tangan, berusaha memadamkan api mengunakan alat pemadam api ringan (APAR) kelengkapan armada Bus Eka.
Upaya pemadaman dengan alat portabel berkapasitas 0,5 Kg itu gagal. Api membesar dan meluas ke berbagai sudut bodi kendaraan yang umumnya mudah terbakar.
“Saya diteriaki pengemudi lain, yang mengatakan adanya kepulan asap di bagian belakang bus. Saya langsung menepi. Kamudian pegawai kami sudah sempat berusaha memadamkannya menggunakan pemadam kecil itu. Tapi api tidak mau padam,” ujar Anasrudin, pengemudi bus, yang menambahkan kemungkinan terjadinya kebakaran akibat korsleting kelistrikan.
Api baru berhenti berkobar liar setelah kolaborasi satu unit Damkar Kota Madiun dan 3 unit Damkar Kabupaten Madiun yang berjibaku memampatkan amukan jago merah. Kondisi bus tidak ada yang tersisa, kecuali kerangka besinya.
“Api berhasil dikuasai petugas sekitar satu setengah jam. Kami turunkan tiga unit armada pemadam kebakaran,” tutur Andi Kurniawan, Kabid Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Damkar Kabupaten Madiun.
Para penumpang yang selamat langsung dievakuasi dan dialihkan ke armada lain, untuk melanjutkan perjalanan sampai tujuan akhir.
Aparat kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, termasuk memintai keterangan sejumlah saksi mata dan sopir bus, guna memastikan penyebab terjadinya kebakaran.
Bangkai bus yang celaka dievakuasi petugas ke lokasi yang aman, untuk diteliti lebih lanjut. (fin)






