2.800 Perempuan Petani Kopi Banjarnegara Jadi Sasaran Program CARE Indonesia, Pemkab Siap Kolaborasi

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Banjarnegara Wahid Jumali, Lc saat berkomunikasi aktiv dengan perwakilan petani kopi di Pringgitan.(Dok.Kominfo Bna./PelitaNews.id)

Wakil Bupati Banjarnegara Wahid Jumali, Lc saat berkomunikasi aktiv dengan perwakilan petani kopi di Pringgitan.(Dok.Kominfo Bna./PelitaNews.id)

Banjarnegara, PelitaNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara menyambut positif rencana kolaborasi dengan CARE Indonesia melalui program pemberdayaan perempuan keluarga petani kopi. Program yang akan berlangsung selama tiga tahun ini menargetkan 2.800 perempuan,di kawasan dataran tinggi Banjarnegara sebagai penggerak peningkatan ekonomi keluarga sekaligus pelestarian lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Banjarnegara, Rabu (15/7/2026). Pertemuan dihadiri Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Sekretaris Daerah Hendro Cahyono, jajaran kepala OPD terkait, serta CEO CARE Indonesia, Dr. Abdul Wahib Situmorang.

Dalam paparannya, Abdul Wahib menjelaskan bahwa program tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas budidaya kopi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan petani di sektor hilir (off-farm). Perempuan keluarga petani akan mendapatkan pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, literasi keuangan, hingga akses permodalan.

“Kami menargetkan 2.800 perempuan keluarga petani kopi. Selain pendampingan teknis, kami juga akan memfasilitasi pembentukan kelompok usaha, literasi keuangan, hingga bantuan modal agar ekonomi keluarga tetap stabil, termasuk di luar musim panen kopi,” ujar Abdul Wahib.

READ  Petani Banjarnegara Kebagian Bantuan Alsintan dan Jalan Usaha Tani Senilai Miliaran Rupiah

Selain pemberdayaan ekonomi, CARE Indonesia juga menawarkan pengembangan **skema kredit karbon (carbon credit). Potensi lahan konservasi di Banjarnegara dinilai sangat besar untuk dikembangkan melalui penanaman kopi yang dipadukan dengan tanaman bernilai ekonomi, seperti alpukat dan durian. Skema ini diharapkan mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyatakan pemerintah daerah menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, sektor kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Banjarnegara yang masih memiliki tantangan pada aspek hilirisasi dan peningkatan nilai tambah bagi petani.

“Ini adalah momentum yang tepat. Pemkab Banjarnegara sangat terbuka untuk bersinergi. Kami berharap program ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem,” kata Wakhid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk segera menindaklanjuti program tersebut secara teknis. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkuat program Upland yang telah berjalan, terutama dalam optimalisasi lahan produktif dan penguatan hilirisasi kopi.

READ  16 Ketua Organisasi Wartawan di Indramayu Bentuk FKOWI, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Profesi

“Kami telah memiliki basis kelompok tani yang siap menjadi sasaran program. Dengan dukungan CARE Indonesia, perempuan petani akan didorong lebih aktif dalam seluruh rantai usaha, mulai dari budidaya, perawatan, hingga pascapanen. Ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat daya saing kopi Banjarnegara,” ujar Firman.

Sebagai tindak lanjut, CARE Indonesia dijadwalkan kembali berkunjung ke Banjarnegara pada akhir Juli 2026 untuk membahas proposal teknis serta melakukan pemetaan geospasial wilayah intervensi sebagai tahap awal pelaksanaan program.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kopi Banjarnegara yang lebih berdaya saing, memperkuat peran perempuan dalam ekonomi keluarga, serta mendukung pembangunan berkelanjutan melalui konservasi lingkungan. (Bas)

Berita Terkait

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen
Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar
Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar
Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal
Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan
Kades Mekar Jaya Pimpin Upacara HUT RI Ke 81 Berlangsung Khidmat
DIA, Gadis Cilik Legian, Curi Perhatian di Panggung Gema Kemerdekaan Pantai Legian
Peringati Nilai Kebangsaan, Rofik Hananto dan Bupati Amalia Dorong Warga Jadi Duta Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:21

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:54

Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:01

Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:23

Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:09

Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan

Berita Terbaru