IPDN Wisuda 1.404 Lulusan, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan di Bidang Pemerintahan

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mewisuda sebanyak 1.404 mahasiswa pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026).

Sebanyak 1.404 wisudawan tersebut terdiri atas 45 Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa wisuda bukan hanya menjadi momen membahagiakan bagi para lulusan, tetapi juga bagi IPDN dan negara. Menurutnya, melalui proses pendidikan yang panjang, IPDN telah berhasil melahirkan ilmuwan di bidang pemerintahan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Tentu ini juga membahagiakan bagi negara, karena telah lahir para pemikir di bidang ilmu pemerintahan dengan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana, magister, hingga doktor,” ujar Tito.

READ  Panglima 9 Briged Tentera Darat Malaysia Kunjungi Pos Gabma Temajuk dan Sajingan, Perkuat Sinergitas TNI–TDM

Mendagri menegaskan bahwa ilmu pemerintahan merupakan fondasi utama dalam menjalankan profesi sebagai aparatur pemerintahan. Menurutnya, setiap profesi harus memiliki disiplin ilmu yang diakui, ditempuh melalui proses pendidikan yang memadai, memiliki kode etik, serta berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi pembeda antara kebijakan yang disusun berdasarkan kajian ilmiah dengan kebijakan yang hanya berlandaskan intuisi. Karena itu, para lulusan IPDN dibekali kemampuan berpikir ilmiah agar mampu merumuskan kebijakan publik berdasarkan teori, data, dan metodologi yang tepat.

“Tapi saya harus ingatkan, terutama untuk teman-teman S2 dan S3. Perbedaan utama jenjang pendidikan tersebut adalah kemampuan mengubah pola pikir menjadi lebih ilmiah dan lebih kompleks,” katanya.

Khusus kepada para lulusan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Tito mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat.

“Dengan menjadi sarjana dan, Insyaallah, tidak lama lagi dilantik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, maka adik-adik akan memulai kehidupan baru di birokrasi pemerintahan,” ujarnya.

READ  Perkuat Kemitraan dengan Industri Ekspor, Bea Cukai Tangerang Kunjungi PT Panarub Industry

Mendagri berharap seluruh lulusan IPDN dapat mengabdikan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di Indonesia. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan nama baik selama menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Kita harapkan seluruh lulusan dapat mengakhiri perjalanan kariernya dengan baik dan membawa nama baik. Selamat kepada seluruh wisudawan. Selamat menjadi seorang ilmuwan di bidang pemerintahan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Rektor IPDN Halilul Khairi, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang, civitas academica IPDN, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Berita Terkait

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen
Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar
Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar
Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal
Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan
Kades Mekar Jaya Pimpin Upacara HUT RI Ke 81 Berlangsung Khidmat
DIA, Gadis Cilik Legian, Curi Perhatian di Panggung Gema Kemerdekaan Pantai Legian
Peringati Nilai Kebangsaan, Rofik Hananto dan Bupati Amalia Dorong Warga Jadi Duta Pancasila

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:21

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:54

Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:01

Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:23

Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:09

Camat Kelapa Dua Pimpin Upacara pengibaran bendera HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan

Berita Terbaru