Banjarnegara, PelitaNews.id– Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Banjarnegara mulai memperkuat pendidikan karakter berbasis koperasi di lingkungan sekolah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Insersi Perkoperasian pada Ekosistem Pendidikan yang digelar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Banjarnegara, Rabu (15/7/2026), sebagai langkah mendorong penerapan nilai-nilai koperasi pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Workshop bertema “Membangun Generasi Tangguh Kabupaten Banjarnegara melalui Implementasi Insersi Koperasi pada Jenjang SD, SMP, dan SMA”*itu diikuti kepala sekolah, guru, pengawas, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai nilai, prinsip, dan praktik perkoperasian sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono Purwo Saputro, M.M., mengatakan pengenalan nilai-nilai koperasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun generasi yang memiliki semangat gotong royong, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
“Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi juga media pendidikan karakter. Melalui insersi perkoperasian pada jenjang SD, SMP, dan SMA, kami ingin menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, demokrasi, dan kemandirian kepada peserta didik sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan adaptif,” ujarnya.
Menurut Adi, sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi ekonomi sekaligus membentuk karakter peserta didik. Karena itu, materi perkoperasian diharapkan dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami konsep koperasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem koperasi modern yang berdaya saing serta mendukung koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
“Harapan kami, peserta workshop dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Nilai-nilai perkoperasian tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi di kalangan peserta didik,” katanya.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek implementasi pendidikan perkoperasian. Inspektur Kabupaten Banjarnegara, Drs. Agung Yusiant, M.Si., menyampaikan materi mengenai Penguatan Tata Kelola dan Integritas melalui Insersi Pendidikan Perkoperasian dalam Dunia Pendidikan.
Materi mengenai Insersi Perkoperasian pada Ekosistem Pendidikan disampaikan Ketua Koperasi PGRI Dwija Usaha Mandiri sekaligus Pengawas SMP Dindikpora Banjarnegara, Tunut Suswanto. Sementara Mohammad Subhan memaparkan strategi implementasi pendidikan perkoperasian di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menghadirkan Hj. Sri Rusupiati dan Afidian Sikta F., S.Pd., yang memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Selama workshop, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep insersi perkoperasian, strategi penerapan dalam pembelajaran, hingga berbagai contoh praktik baik yang dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada jenjang SD, SMP, maupun SMA.
Melalui kegiatan ini, Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara berharap budaya berkoperasi dapat tumbuh sejak dini di lingkungan pendidikan, sekaligus melahirkan generasi yang kolaboratif, berjiwa kewirausahaan, memiliki integritas, serta mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di masa depan. (Bas)






