Jalur Prestasi SPMB Jadi Pilihan Favorit, Persaingan Masuk Sekolah Negeri Kian Ketat

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Jalur Prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kembali menjadi salah satu jalur yang paling diminati oleh calon siswa dan orang tua pada tahun ajaran 2026/2027. Tingginya minat masyarakat membuat persaingan untuk memperoleh kursi di sekolah negeri favorit semakin ketat.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan bahwa jalur prestasi dalam SPMB diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. Untuk jenjang SMA, kuota jalur prestasi ditetapkan paling sedikit 30 persen dari total daya tampung sekolah, sedangkan untuk jenjang SMP paling sedikit 25 persen.

Jalur prestasi dinilai memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang diinginkan berdasarkan capaian akademik, prestasi olahraga, seni, budaya, maupun kepemimpinan organisasi yang dimiliki. Selain itu, sejumlah daerah juga menerapkan penilaian berdasarkan nilai rapor dan pembobotan prestasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengamat pendidikan menilai, jalur prestasi dapat menjadi instrumen untuk mendorong budaya kompetisi yang sehat di lingkungan sekolah. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan prinsip objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

READ  SMKN 1 Bawang Gandeng Alfamart dan UMKM, Siapkan Siswa Pemasaran Hadapi Dunia Kerja

“Seluruh proses seleksi harus dilakukan secara terbuka dan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Masyarakat juga perlu memahami mekanisme pembobotan nilai maupun verifikasi dokumen prestasi,” ujar seorang pemerhati pendidikan.

Dalam pelaksanaan SPMB, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menyusun petunjuk teknis, termasuk mekanisme pengalihan sisa kuota dari jalur tertentu ke jalur lainnya apabila kuota tidak terpenuhi. Kebijakan tersebut dilakukan dengan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku dan kebutuhan daerah masing-masing.

Sementara itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi melalui portal SPMB daerah masing-masing guna memperoleh informasi terkini mengenai kuota, jadwal, persyaratan, hingga hasil seleksi. Pemerintah juga mengingatkan agar seluruh proses penerimaan murid baru bebas dari praktik pungutan liar maupun titipan yang dapat mencederai asas keadilan dalam dunia pendidikan. (*)

Berita Terkait

Epson Gelar Customer Day 2026 Serentak di 50 Lokasi Service Partner
SMKN 1 Bawang Gandeng Alfamart dan UMKM, Siapkan Siswa Pemasaran Hadapi Dunia Kerja
Kabupaten Tangerang Raih Penghargaan Pendidikan di Pemimpin Daerah Awards 2026
Bangun Ekosistem Smart School, Epson Perkuat Transformasi Pendidikan
Disperindagkop UKM Banjarnegara Dorong Insersi Pendidikan Koperasi di Sekolah untuk Bentuk Generasi Tangguh

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:23

Epson Gelar Customer Day 2026 Serentak di 50 Lokasi Service Partner

Selasa, 1 September 2026 - 07:45

SMKN 1 Bawang Gandeng Alfamart dan UMKM, Siapkan Siswa Pemasaran Hadapi Dunia Kerja

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:57

Kabupaten Tangerang Raih Penghargaan Pendidikan di Pemimpin Daerah Awards 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:16

Bangun Ekosistem Smart School, Epson Perkuat Transformasi Pendidikan

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:23

Disperindagkop UKM Banjarnegara Dorong Insersi Pendidikan Koperasi di Sekolah untuk Bentuk Generasi Tangguh

Berita Terbaru