Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIAK NUMFOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat lahir dari perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak terlantar dan keluarga prasejahtera. Program tersebut juga merupakan implementasi amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 34 Ayat (1) yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Terlintas ide beliau (Presiden Prabowo), kita harus memelihara anak-anak terlantar. Salah satunya dengan memberikan pendidikan kepada mereka agar memiliki kesempatan memperbaiki masa depan dan meningkatkan taraf hidupnya. Itu adalah tanggung jawab negara,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos) dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, khususnya kelompok desil 1 dan 2. Sekolah tersebut menerapkan sistem berasrama dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh negara.

READ  Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan

Selain menyediakan fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar, pembinaan Sekolah Rakyat juga berada dalam koordinasi Kemensos. Sementara itu, Kemendagri bertugas mengoordinasikan pemerintah daerah agar mendukung pelaksanaan program, termasuk dalam penyediaan lahan pembangunan.

Menurut Tito, tidak semua daerah langsung merespons program tersebut. Di Papua, hanya beberapa daerah yang sejak awal menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.

“Salah satu yang sangat proaktif adalah Bupati Biak Numfor. Kalau beliau tidak menyiapkan lahan ini, pembangunan tidak akan bisa terlaksana. Di Papua sendiri yang sejak awal menyambut program ini antara lain Jayapura, Sarmi, dan Biak Numfor,” katanya.

Tito menambahkan, Presiden Prabowo sebelumnya telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Januari 2026. Setelah peresmian tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat terus dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di berbagai daerah dengan menggunakan desain prototipe yang sama.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah di Tanah Papua untuk mendukung program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

READ  Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani Terima Penyerahan Senjata Api

“Program ini merupakan langkah strategis untuk memberikan kesempatan yang lebih baik kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mereka dapat meraih masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Tito mengaku bangga dapat melakukan groundbreaking Sekolah Rakyat di Kabupaten Biak Numfor dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra beserta istri, Ketua DPRD Biak Numfor Daniel Rumanasen, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Biak Numfor.

Berita Terkait

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan
Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL
Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November
Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran
Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara
BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:36

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39

Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL

Kamis, 17 September 2026 - 08:06

Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November

Rabu, 16 September 2026 - 20:07

Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran

Selasa, 15 September 2026 - 07:50

Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan

Berita Terbaru

koleksi

Tut Wuri Golek Rai

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:09