Suran Jadi Magnet Wisata Budaya, Grebeg Sunan Geseng ke-6 Semarakkan Gumelem Kulon

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Prosesi Suran di Petilasan Sunan Geseng, Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Pelita News.id)

Prosesi Suran di Petilasan Sunan Geseng, Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.(Dok.Pelita News.id)

BANJARNEGARA – Semangat menjaga tradisi dan memperkuat identitas budaya lokal kembali ditunjukkan masyarakat Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Melalui Grebeg Suran Sunan Geseng ke-6, warga bersama pemerintah desa menghidupkan kembali warisan leluhur yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal, Selasa (7/7/2026).

Ratusan warga memadati kawasan Makam Sunan Geseng untuk mengikuti rangkaian prosesi adat yang sarat makna. Tradisi tahunan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan kesehatan, keselamatan, dan rezeki.

Prosesi diawali dengan ritual Pendeman, yakni penguburan kepala kambing di sekitar tugu prasasti sebagai simbol harapan akan keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat. Selanjutnya, peserta mengikuti kirab budaya menuju Makam Sunan Geseng untuk melaksanakan doa bersama.

Nuansa sakral semakin terasa saat digelar Jamasan Pusaka, tradisi membersihkan keris dan kain pusaka peninggalan leluhur yang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya. Kemeriahan acara kemudian berlanjut dengan pertunjukan kesenian embeg yang menghibur masyarakat sebelum ditutup melalui tradisi Rembutan Gunungan, di mana warga berebut hasil bumi sebagai lambang keberkahan dan kemakmuran.

READ  PIP Indonesia Nilai Peresmian 80 Jembatan Merah Putih Presisi Bukti Nyata Kehadiran Polri untuk Rakyat

Kepala Desa Gumelem Kulon, Arief Machbub, mengatakan Grebeg Suran telah menjadi agenda budaya tahunan yang lahir dari inisiatif masyarakat sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Memasuki penyelenggaraan yang keenam, Grebeg Suran bukan hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Arief, keberlangsungan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara yang terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, S.Sos., menilai Grebeg Suran memiliki potensi besar sebagai atraksi wisata budaya yang mampu memperkuat identitas daerah.

“Tradisi ini tidak hanya mencerminkan rasa syukur masyarakat, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong, kerukunan, dan kekayaan budaya Banjarnegara yang patut dijaga serta dipromosikan,” katanya.

Ia berharap Grebeg Suran Sunan Geseng terus berkembang sebagai agenda budaya tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah. (bas)

READ  Ketum TP PKK Lantik Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Barat, Tekankan Penguatan Kelembagaan

Berita Terkait

Ruwat Bumi Desa Kali Tengah Tampilkan Wayang Kulit Lakon “Mindah Gunung”
Sedekah Bumi Medayu, Semangat Warga Lestarikan Alam dan Budaya
Gema Dinamika Seni 2026 Jadi Panggung Seniman Muda Banjarnegara
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:34

Suran Jadi Magnet Wisata Budaya, Grebeg Sunan Geseng ke-6 Semarakkan Gumelem Kulon

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:39

Ruwat Bumi Desa Kali Tengah Tampilkan Wayang Kulit Lakon “Mindah Gunung”

Senin, 29 Juni 2026 - 00:55

Sedekah Bumi Medayu, Semangat Warga Lestarikan Alam dan Budaya

Senin, 29 Juni 2026 - 00:51

Gema Dinamika Seni 2026 Jadi Panggung Seniman Muda Banjarnegara

Berita Terbaru