Banjarnegara, PelitaNews.id.– Momen sakral bagi masyarakat Desa Kali Tengah, Kecamatan Purwonegoro, Kabupaten Banjarnegara, pada tahun 2026 diwujudkan melalui pagelaran wayang kulit dengan lakon **”Mindah Gunung”** yang dibawakan oleh Dalang Ki Sujono dari Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Senin malam (6/7/2026).
Salah seorang warga Desa Kali Tengah, Sujari (70), mengaku sangat mengapresiasi terselenggaranya pertunjukan wayang kulit yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Saya merasa senang dan bahagia karena akhirnya bisa kembali menyaksikan pertunjukan wayang kulit. Generasi muda juga harus mengenal budaya Jawa, khususnya wayang kulit. Melalui kegiatan Ruwat Bumi ini, kita semakin menghargai warisan budaya leluhur,” ujarnya.
Di kesempatan terpisah, Kepala Desa Kali Tengah, Satimin, mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit dalam rangka Ruwat Bumi merupakan agenda yang sejak lama ingin diwujudkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
“Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, kami menggelar wayang kulit dengan lakon ‘Mindah Gunung’. Yang paling utama adalah mengajak masyarakat berdoa bersama agar dijauhkan dari energi negatif serta diberi keberkahan dan energi positif, sehingga bumi tempat kita tinggal senantiasa diberikan rezeki oleh Allah SWT,” katanya kepada wartawan.
Satimin menambahkan, lakon “Mindah Gunung” memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni sebagai simbol harapan agar masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, penuh kemakmuran dan kesejahteraan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Kali Tengah yang telah hadir. Bukan sekadar menikmati hiburan, tetapi juga mengambil nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam pertunjukan wayang kulit. Pemerintah desa berharap kegiatan ini dapat menghibur sekaligus mempererat kebersamaan dan doa untuk kemajuan desa,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Purwonegoro, Peni Hariningsih, S.Com., yang hadir bersama jajaran Forkopimcam, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Cuaca juga sangat mendukung sehingga acara berlangsung dengan lancar. Kami mengapresiasi Kepala Desa, perangkat desa, serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Pertunjukan wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan petuah yang dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” pungkasnya. (Bas)





