Ketua Panitia Pelaksana, Adelta Rizki, menyampaikan bahwa festival tersebut dirancang sebagai ruang kreativitas yang inklusif untuk menjaring dan mengembangkan potensi seni lokal sejak usia dini.
Beragam cabang seni ditampilkan dalam satu panggung besar, mulai dari lomba menggambar, mewarnai, gambar all medium, seni tari, mendongeng, hingga musikalisasi puisi. Selain itu, penampilan vokal solo, paduan suara, seni silat, pantomim, hingga aksi energik band-band lokal turut menyemarakkan suasana.
“Melibatkan tunas-tunas bangsa mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SLTA bukan sekadar tentang kompetisi. Ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam memupuk benih seniman masa depan yang berkarakter dan berbudaya di Banjarnegara,” ujar Adelta.
Festival ini dinilai strategis karena turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Banjarnegara.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Kesenian Daerah Banjarnegara yang diwakili Ketua Bidang Seni Teater, Singgih Wirawan, menegaskan komitmen DKD untuk terus merawat dan mengembangkan keberagaman ekspresi seni di Banjarnegara.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan aktif generasi muda yang tergabung dalam komunitas Lare Aksara.
“Lare Aksara merupakan wadah anak-anak muda kreatif yang kami proyeksikan menjadi ujung tombak kegiatan DKD di masa depan. Melalui kreativitas mereka, kami optimistis akan lahir berbagai kegiatan yang mampu menjadi katalisator penting bagi perkembangan ekonomi kreatif di Banjarnegara,” jelas Singgih.
Menurutnya, gerak DKD Banjarnegara dalam beberapa waktu terakhir semakin progresif. Sebelumnya, pada 13 Juni 2026, DKD juga sukses menggelar kegiatan “Tribute to Donny Fattah” di Historia Cafe.
Meski demikian, Singgih mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam merangkul seluruh ekosistem seni di Banjarnegara yang belum sepenuhnya terakomodasi akibat keterbatasan ruang dan sumber daya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinparbud Banjarnegara, Kuat Heri Isnanto, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan kepemudaan tersebut.
Ia menilai kegiatan yang diinisiasi bersama Lare Aksara telah berjalan secara berkelanjutan, termasuk sejumlah kegiatan serupa yang sebelumnya sukses digelar di Saung.
“Mari kita uri-uri bersama agar seni dan budaya di kabupaten kita terus gemerlap. Potensi yang kita miliki sangat besar. Ke depan, kami merencanakan adanya Festival Dewan Kesenian di tingkat desa untuk menyatukan seluruh potensi seni menjadi satu kekuatan yang luar biasa,” ungkap Kuat Heri.
Lebih lanjut, Kuat Heri mendorong DKD Banjarnegara untuk memperluas skala kegiatan pada tahun mendatang dengan pengemasan yang lebih matang agar dapat diajukan dalam program Dana Indonesiana yang dikelola Kementerian Kebudayaan RI.
Menurutnya, status DKD sebagai lembaga resmi menjadi modal penting untuk menyerap berbagai stimulus dari pemerintah pusat demi mendukung prestasi generasi muda dan kemajuan seni budaya di Banjarnegara.






