Yabpeknas Minta Kejelasan Status Paguyuban Kepala Puskesmas, Nilai Berpotensi Tumpang Tindih Kewenangan

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Keberadaan Paguyuban Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes menuai sorotan dari Yayasan Perlindungan Konsumen Nasional (Yabpeknas) Kabupaten Brebes. Organisasi tersebut dinilai perlu dievaluasi karena dikhawatirkan dapat menimbulkan tumpang tindih kewenangan dalam struktur organisasi Dinas Kesehatan.

Aktivis Yabpeknas Kabupaten Brebes, Heri Tatto, menilai Dinas Kesehatan sebagai organisasi perangkat daerah telah memiliki sistem koordinasi dan tata kelola yang jelas sesuai ketentuan perundang-undangan. Oleh karena itu, menurutnya, keberadaan paguyuban di lingkungan tersebut perlu memiliki dasar hukum yang tegas.

“Dinas Kesehatan merupakan lembaga pemerintahan dengan struktur organisasi yang sudah jelas. Karena itu, keberadaan paguyuban perlu dikaji agar tidak menimbulkan persepsi adanya dua jalur koordinasi dalam pelaksanaan tugas,” ujar Heri dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes membawahi 38 puskesmas serta dua rumah sakit daerah, yakni RSUD Bumiayu, dan RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan. Menurutnya, mekanisme koordinasi di lingkungan dinas semestinya tetap mengacu pada struktur organisasi yang berlaku.

Heri juga mempertanyakan legalitas paguyuban tersebut apabila memiliki peran dalam proses pengambilan kebijakan atau koordinasi di luar mekanisme birokrasi resmi.

READ  DWP Brebes Asah Kreativitas Zero Waste, Olahan Ikan Tongkol Disulap Jadi Produk Bernilai Jual

“Jika hanya sebagai wadah silaturahmi tentu berbeda. Namun apabila menjalankan fungsi koordinasi yang bersinggungan dengan kebijakan kedinasan, maka perlu dipastikan dasar hukumnya agar tidak menimbulkan polemik,” katanya.

Atas dasar itu, Yabpeknas meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melakukan evaluasi terhadap keberadaan paguyuban tersebut, termasuk meninjau fungsi dan kewenangannya agar selaras dengan aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes maupun pengurus Paguyuban Kepala Puskesmas se-Kabupaten Brebes belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(**)

Berita Terkait

Hendra Tarmizi Mengakui Sudah Di Panggil Kejaksaan. Terkait Anggaran Pembangunan Puskesmas Curug
Mengawali Babak Baru Pengabdian, Holilah. S. Sos. M.I.P Diangkat Menjadi Sektaris Kelurahan Tigaraksa.
Sebanyak 110 Peserta Mengikuti STQ Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang dan Launching Buku Ayat-Ayat Semesta.
Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031
BPN Banten Gandeng PWI, Masyarakat Diharapkan Lebih Paham Prosedur Pertanahan
Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Iptek dan Berinovasi
HPS 2026, Zarkasi Dorong Perlindungan Sawah dan Perbaikan Irigasi
Lettu Inf Harits Adam Yuseno Dimakamkan Secara Militer di Banjarnegara
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16

Hendra Tarmizi Mengakui Sudah Di Panggil Kejaksaan. Terkait Anggaran Pembangunan Puskesmas Curug

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:52

Mengawali Babak Baru Pengabdian, Holilah. S. Sos. M.I.P Diangkat Menjadi Sektaris Kelurahan Tigaraksa.

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:58

Sebanyak 110 Peserta Mengikuti STQ Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang dan Launching Buku Ayat-Ayat Semesta.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:52

Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:19

BPN Banten Gandeng PWI, Masyarakat Diharapkan Lebih Paham Prosedur Pertanahan

Berita Terbaru