Sasar Industri Tekstil dan Print-on-Demand, Epson Hadirkan SC-F20030 di SPE 2026

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pelitanews.id – Epson memperkuat portofolio solusi percetakan tekstil industri di Indonesia dengan meluncurkan printer dye-sublimation SureColor SC-F20030 dalam ajang Surabaya Printing Expo (SPE) 2026. Kehadiran printer berukuran 76 inci ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung transformasi industri tekstil nasional menuju proses produksi yang lebih digital, cepat, dan berkelanjutan.

Peluncuran SC-F20030 dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi pencetakan yang mampu mendongkrak produktivitas sekaligus memberi fleksibilitas dalam memenuhi permintaan pasar yang semakin beragam. Epson menilai tren digitalisasi di sektor tekstil terus menguat, terutama untuk kebutuhan pakaian olahraga, fesyen, dekorasi interior, hingga alas kaki.

Head of Vertical Business Epson Indonesia, Ario Aditya, mengatakan transformasi digital di industri tekstil kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menjaga daya saing usaha.

“Pelaku industri dituntut mampu memproduksi lebih cepat, lebih fleksibel, dan tetap menjaga kualitas secara konsisten. Kami terus mengembangkan inovasi yang membantu pelanggan menghadapi perubahan tersebut, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjalankan proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Ario dalam keterangannya, Selasa (8/7).

READ  LSBSN Desak Pemerintah Lakukan Langkah Konkret Cegah Kebakaran Berulang di TPA Jatiwaringin

Epson menyebut SC-F20030 dirancang untuk produsen tekstil dan penyedia layanan print-on-demand yang membutuhkan performa tinggi, kualitas cetak konsisten, serta kemampuan operasional berkelanjutan dalam skala produksi besar.

Printer ini merupakan pengembangan dari model sebelumnya, SC-F11030. Pada model terbarunya, Epson menyematkan delapan printhead PrecisionCore MicroTFP yang mampu menghasilkan kecepatan produksi hingga 306 meter persegi per jam pada resolusi 600 x 600 dpi.

Untuk menunjang operasional berkelanjutan, SC-F20030 juga dibekali sistem bulk ink berkapasitas 10 liter dengan fitur hot swap. Fitur ini memungkinkan proses pencetakan tetap berjalan saat salah satu kantong tinta diganti, sehingga dapat menekan downtime dan menjaga efisiensi produksi.

Dari sisi keandalan, printer ini dilengkapi sistem pengering internal dua sisi untuk mempercepat proses pengeringan tinta dan mengurangi risiko kerutan maupun transfer tinta pada media. Epson juga menambahkan sistem pengelolaan debu terintegrasi guna menjaga kebersihan area cetak, meminimalkan potensi penyumbatan nozzle, dan mempertahankan konsistensi hasil cetak.

Bagi pelaku industri dengan volume produksi tinggi, Epson menyediakan opsi Jumbo Roll dan Jumbo Reel yang mampu menopang media hingga 300 kilogram. Dengan kapasitas tersebut, frekuensi penggantian media dapat ditekan sehingga proses produksi bisa berjalan lebih lama tanpa gangguan.

READ  HUT ORARI ke-58, ORARI Jakarta Pusat Tebar Kepedulian Lewat Bakti Sosial untuk Warga Galur

SC-F20030 juga dibekali fitur self-service maintenance. Melalui fitur ini, operator dapat mengganti sejumlah komponen penting seperti printhead dan anti-drying cap secara mandiri dengan panduan diagnostik dari printer. Kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat penanganan kendala teknis sekaligus mengurangi ketergantungan pada layanan servis.

Epson resmi memperkenalkan SureColor SC-F20030 ke pasar Indonesia pada ajang SPE 2026 yang berlangsung pada 8–11 Juli 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Selama pameran, pengunjung dapat melihat demonstrasi langsung kemampuan printer sekaligus berkonsultasi dengan tim Epson terkait solusi digital textile printing sesuai kebutuhan bisnis.

Adapun SC-F20030 akan mulai tersedia melalui jaringan dealer resmi Epson di Indonesia setelah peluncurannya di SPE 2026.

Berita Terkait

HSN tahun 2026, Bupati berpesan agar santri jadi pelopor yang menguatkan Indonesia emas
Bantu 56 Ribu Nasabah di Kabupaten Tangerang, PNM Komitmen Perkuat UMKM dan Tekan Angka Pengangguran
“Habis Karhutla Terbitlah Sawit”, Putri Nabila Desak Penegakan Hukum terhadap Perusak Hutan
Tongkat Komando Pangdam IV/Diponegoro Beralih
Menperin Sarmuji Pertimbangkan Penerapan Instrumen Tarif untuk Industri Baja ArtikMenperin Sarmuji Pertimbangkan Penerapan Instrumen Tarif untuk Industri Baja
Bunardy Aloyanto Resmi Pimpin Yayasan Permata Tigaraksa Periode 2026-2031
Momentum Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang, Hj.Aida Hubaedah Ajak Masyarakat Lestarikan Seni dan Budaya Daerah
Raline Shah Mundur dari Stafsus Komdigi, Ini Alasan di Balik Keputusannya

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:08

HSN tahun 2026, Bupati berpesan agar santri jadi pelopor yang menguatkan Indonesia emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:09

Bantu 56 Ribu Nasabah di Kabupaten Tangerang, PNM Komitmen Perkuat UMKM dan Tekan Angka Pengangguran

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:53

“Habis Karhutla Terbitlah Sawit”, Putri Nabila Desak Penegakan Hukum terhadap Perusak Hutan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:25

Tongkat Komando Pangdam IV/Diponegoro Beralih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:23

Menperin Sarmuji Pertimbangkan Penerapan Instrumen Tarif untuk Industri Baja ArtikMenperin Sarmuji Pertimbangkan Penerapan Instrumen Tarif untuk Industri Baja

Berita Terbaru