2.168 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah, Banjarnegara Kejar Peningkatan IPM dan Rata-Rata Lama Sekolah

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bupati Banjarnegara Amalia Desiana ber fhoto bersama dengan para siswa lulusan Kejar paket dari berbagai pelosok Kabupaten Banjarnegara.(Dok.PelitaNews.id)

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana ber fhoto bersama dengan para siswa lulusan Kejar paket dari berbagai pelosok Kabupaten Banjarnegara.(Dok.PelitaNews.id)

BANJARNEGARA, PelitaNews.id– Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyerahkan 2.168 ijazah Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C kepada warga belajar, Rabu (8/7/2026). Pemerintah menilai capaian tersebut dapat menjadi salah satu langkah memperbaiki rata-rata lama sekolah (RLS) serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Namun, keberhasilan itu juga dinilai perlu diikuti dengan keberlanjutan akses ke pendidikan tinggi dan peluang kerja agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Penyerahan ijazah berlangsung di Surya Yudha Hotel Banjarnegara dan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, kepada perwakilan warga belajar.

Dalam sambutannya, Bupati Amalia menyampaikan bahwa kelulusan ribuan peserta merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pemerintah desa, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat yang selama ini mendukung pendidikan nonformal.

Menurutnya, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki legalitas yang sama dengan pendidikan formal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai syarat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Melalui kelulusan 2.168 warga belajar ini, kami berharap rata-rata lama sekolah meningkat, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan IPM dan kualitas sumber daya manusia di Banjarnegara,” ujar Amalia.

READ  Tingkatkan Pelayanan Informasi Publik, Polres Brebes Hadiri Supervisi Bidhumas Polda Jateng

Pemkab Banjarnegara juga berupaya memperluas akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Selain itu, pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) agar layanan pendidikan tinggi lebih mudah dijangkau masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, SH., M.Si., menjelaskan bahwa dari total 2.168 lulusan, sebanyak 1.026 orang berusia di bawah 25 tahun, sedangkan 1.144 lainnya berusia di atas 25 tahun.

Ia mengatakan, tambahan lulusan pendidikan kesetaraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah Banjarnegara yang saat ini masih berada pada 7,10 tahun.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar data kelulusan ini dapat menjadi bagian dari indikator yang mendukung peningkatan IPM Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Agung menambahkan, pelaksanaan penyerahan ijazah tahun ini dibiayai secara swadaya oleh PKBM dan SKB sebagai bentuk gotong royong dalam mendukung pendidikan nonformal. Sebagian lulusan juga merupakan peserta **Program Ternak Panda 5** atau *Mengantar Anak Lulus Sekolah Dapat Ijazah SMA* yang dikembangkan Bidang PAUD dan Dikmas Dindikpora.

READ  Diduga Pelaku Pencurian Sepeda Motor Diamankan Warga di Dekat Hollywood Junction Cikarang

Pada kesempatan tersebut, Dindikpora juga memberikan penghargaan kepada tiga lulusan tertua, yakni Slamet (60) dari PKBM Mudi Luhur Akuntan, Misrun (58) dari PKBM Maju Mapan Punggelan, dan Karyono (57) dari PKBM Khairul Hasan Kalibening. Ketiganya dinilai menjadi contoh bahwa kesempatan belajar tetap terbuka tanpa dibatasi usia.

Di sisi lain, Dindikpora mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Unsoed akan diarahkan pada pembukaan kelas Program Diploma III di Banjarnegara. Tahap awal akan difokuskan pada program studi Budidaya Perikanan dan Peternakan sebagai upaya memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Meski demikian, peningkatan IPM tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya jumlah lulusan pendidikan kesetaraan. Keberhasilan program juga akan bergantung pada kemampuan pemerintah dalam memastikan para lulusan memperoleh akses pendidikan lanjutan, peningkatan kompetensi, dan peluang kerja yang memadai sehingga manfaat pendidikan dapat berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. (Bas)

Berita Terkait

Satpol PP Dalami Kasus Limbah Sungai Sapi, Penyidikan Mengarah ke Pemasok Pasir Putih
Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3, Proyek SPAL APBD di Panongan Jadi Sorotan
Anak Petani Banyumas Raih Prestasi Gemilang, Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026 dan Disematkan Pangkat Langsung oleh Presiden
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor
Ribuan Warga Padati Jalan Baru Malingping dalam Peringatan HUT RI ke-81
BBHAR PDIP Jatim Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK bagi Dua Santriwati Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Sidoarjo
Diduga Abaikan Standar Teknis, Proyek Panggung dan Lapangan APBD Rp149,5 Juta di Bojong Nangka Disorot; Agregat Tak Dipasang, Ketebalan Beton Dipertanyakan
Meggie Hadiyanto Sajikan 8 Dewi dan Srikandi di Sira Village Bali

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:42

Satpol PP Dalami Kasus Limbah Sungai Sapi, Penyidikan Mengarah ke Pemasok Pasir Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:39

Diduga Abaikan Standar Teknis dan K3, Proyek SPAL APBD di Panongan Jadi Sorotan

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:51

Anak Petani Banyumas Raih Prestasi Gemilang, Jadi Lulusan Terbaik IPDN 2026 dan Disematkan Pangkat Langsung oleh Presiden

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:25

Ribuan Warga Padati Jalan Baru Malingping dalam Peringatan HUT RI ke-81

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:12

BBHAR PDIP Jatim Ajukan Perlindungan dan Restitusi ke LPSK bagi Dua Santriwati Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Sidoarjo

Berita Terbaru