Santri Gayeng Nusantara Garap Lahan 57 Hektare, Wagub Jateng Dorong Pertanian Terpadu Penopang Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

aj yasin wakil gubernur Jateng saat berada di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam rangka meninjau lahan untuk tanaman pangan.(Dok.Pelita.News.id)

aj yasin wakil gubernur Jateng saat berada di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam rangka meninjau lahan untuk tanaman pangan.(Dok.Pelita.News.id)

Banjarnegara, PelitaNews.id– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat ketahanan pangan melalui kolaborasi pemanfaatan lahan tidak produktif. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menanam jagung hibrida bersama Santri Gayeng Nusantara (SGN) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (14/7/2026).

Program tersebut memanfaatkan lahan milik PT Indonesia Power UPT Waduk Mrica seluas 57 hektare yang dikelola bersama SGN dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bandingan. Kawasan sabuk hijau (green belt) itu dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu berbasis konsep integrated farming dengan prinsip zero waste, sehingga tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin, Muhammad Hamzah Hasan, mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wakil Gubernur agar kalangan santri turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, lahan yang dikerjasamakan mulai dimanfaatkan oleh kelompok tani. Bahkan kawasan ini direncanakan menjadi Agroeduwisata Religi Desa Bandingan,” ujarnya.

Kawasan pertanian itu akan ditanami berbagai komoditas, mulai dari padi, jagung, cabai, kubis, dan terong hingga tanaman tahunan seperti durian dan alpukat. Selain itu, dikembangkan pula peternakan kambing yang limbahnya diolah menjadi pupuk organik sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan.

READ  Wujud Polri untuk Masyarakat, Polres Brebes Tebar Bantuan Air Bersih dan Bansos di Banjarharjo

Wakil Gubernur Taj Yasin mengapresiasi inisiatif tersebut karena mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, pohon-pohon besar di kawasan itu tetap dipertahankan sebagai penyangga ekosistem sekaligus pengikat tanah untuk mengurangi risiko longsor saat musim hujan.

“Kelestarian lingkungan harus tetap menjadi prioritas. Pohon besar tidak ditebang habis demi membuka lahan. Ini menjadi contoh pertanian yang tetap menjaga ekosistem,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin.

Ia menambahkan, diversifikasi komoditas, khususnya cabai, menjadi langkah strategis untuk membantu pemerintah mengendalikan inflasi daerah. Apabila terjadi lonjakan harga di wilayah lain, pasokan dari Banjarnegara dapat didistribusikan guna menjaga stabilitas harga di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan program Aswaja (Ansor Swasembada Jagung) yang melibatkan pemuda dan kalangan santri di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat produksi jagung nasional.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Himawan Wahyu Pamungkas, mengungkapkan, pada 2025 Jawa Tengah memproduksi 3,421 juta ton jagung atau berkontribusi 17,02 persen terhadap produksi nasional. Pada 2026, Pemprov mengalokasikan stimulus pengembangan jagung seluas 3.200 hektare melalui APBD, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

READ  BNPB Petakan Logistik Bencana Banjarnegara, Data Terintegrasi Lewat Lapor Klaster

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Tanaman Pangan Kabupaten Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menjelaskan bahwa varietas yang dikembangkan di Desa Bandingan adalah Jagung Hibrida Perwira. Dari total kawasan, sekitar 10 hektare dialokasikan untuk padi dan 5 hektare untuk jagung. Penanaman perdana secara simbolis dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare dan akan diperluas secara bertahap.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyatakan siap mengawal pengembangan kawasan pertanian terpadu tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan. (Bas)

Berita Terkait

Perkuat Kemitraan dengan Industri Ekspor, Bea Cukai Tangerang Kunjungi PT Panarub Industry
Panglima 9 Briged Tentera Darat Malaysia Kunjungi Pos Gabma Temajuk dan Sajingan, Perkuat Sinergitas TNI–TDM
AIESEC UIN Jakarta Gandeng Kampung Wisata Satu Pam Gelar Pelatihan Digital untuk Promosikan Pariwisata Tangerang Selatan
BNPB Petakan Logistik Bencana Banjarnegara, Data Terintegrasi Lewat Lapor Klaster
Pemkab Banjarnegara Salurkan Bantuan Keuangan Rp1,73 Miliar kepada 10 Partai Politik, Tekankan Transparansi dan Pendidikan Politik
Sinergi BPR BKK Mandiraja dan Pemkab Banjarnegara Tampuk Karakter Antikorupsi Generasi Muda
Resmi Dilantik, Arief Ferdianto Nahkodai GNPK RI Banjarnegara, Perkuat Gerakan Pencegahan Korupsi dan Pengawasan Anggaran
Warga Palasari Apresiasi Pembangunan Saluran U-Ditch, Aspirasi yang Diusung Anggota DPRD Dinilai Bermanfaat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:54

Perkuat Kemitraan dengan Industri Ekspor, Bea Cukai Tangerang Kunjungi PT Panarub Industry

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:08

Panglima 9 Briged Tentera Darat Malaysia Kunjungi Pos Gabma Temajuk dan Sajingan, Perkuat Sinergitas TNI–TDM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:19

AIESEC UIN Jakarta Gandeng Kampung Wisata Satu Pam Gelar Pelatihan Digital untuk Promosikan Pariwisata Tangerang Selatan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:15

BNPB Petakan Logistik Bencana Banjarnegara, Data Terintegrasi Lewat Lapor Klaster

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55

Pemkab Banjarnegara Salurkan Bantuan Keuangan Rp1,73 Miliar kepada 10 Partai Politik, Tekankan Transparansi dan Pendidikan Politik

Berita Terbaru