RSI Sultan Agung Cetak Rekor MURI Penyuluhan Gigitan Ular, Kemitraan dengan Kemenkes Diperkuat

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, pelitanews.id — Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang mencatatkan capaian baru dalam rangkaian peringatan HUT ke-56. Rumah sakit pendidikan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) tersebut berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular (snakebite).

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum World Snakebite Awareness Day yang diperingati setiap 17 September. Selain menjadi bagian dari edukasi masyarakat mengenai penanganan gigitan ular, kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring toksikologi antara RSI Sultan Agung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Inisiatif tersebut mendapat dukungan Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., serta Kemenkes RI.

Penyuluhan menghadirkan pakar toksikologi, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.E.M., Subsp.Tok.(K), FICEP, FIMMA, selaku Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa, Tanaman Beracun, Penyakit Tidak Menular, serta Toksikologi Kemenkes RI.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai penanganan awal dan tata laksana kasus gigitan ular. Materi juga mencakup penanganan kegawatdaruratan toksikologi medis, termasuk pembahasan mengenai manajemen keracunan yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

READ  Bedah Metabolik dan Regenerasi Sel: Ketika Jaringan Lemak Menjadi Sumber Terapi Autologus

RSI Sultan Agung Jadi Mitra Strategis Kemenkes

Momentum penting lainnya ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang menetapkan RSI Sultan Agung Semarang sebagai mitra strategis Kemenkes RI dalam penanganan gigitan ular dan kasus toksikologi.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat jejaring rujukan serta mempercepat penanganan kasus gigitan ular dan toksikologi, baik pada tingkat regional maupun dalam pengembangan jejaring yang lebih luas.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, mengatakan berbagai capaian strategis tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri seluruh civitas hospitalia.

Menurutnya, kepercayaan diri yang kuat di lingkungan rumah sakit merupakan salah satu fondasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, dan penelitian secara berkesinambungan.

Dengan fondasi tersebut, RSI Sultan Agung diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung program-program strategis pemerintah di bidang kesehatan.

YBWSA Dorong Edukasi Kesehatan Lebih Luas

Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., menegaskan dukungan yayasan terhadap pengembangan RSI Sultan Agung, termasuk dalam membuka akses pendidikan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.

READ  Puasa dalam Perspektif Medis: Ketika Tradisi Profetik Bertemu Sains Modern

Pendidikan kesehatan tersebut mencakup jalur formal maupun nonformal sehingga pengetahuan mengenai kesehatan dapat semakin mudah diakses oleh masyarakat.

RSI Sultan Agung merupakan salah satu unit usaha strategis di bawah YBWSA. Yayasan tersebut juga menaungi jaringan pendidikan dasar dan menengah, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta berbagai perguruan tinggi dan unit usaha lainnya.

Dalam pengembangan layanan kesehatan, RSI Sultan Agung menyatakan terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi masyarakat, lembaga pemerintah maupun instansi swasta.

Perkuat Peran Rumah Sakit dalam Edukasi dan Toksikologi

Raihan Rekor MURI dalam penyuluhan massal penanganan gigitan ular sekaligus kemitraan dengan Kemenkes RI menjadi bagian dari upaya RSI Sultan Agung memperluas peran rumah sakit.

Tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, RSI Sultan Agung juga menempatkan edukasi, penelitian, dan penguatan ketahanan kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pengembangan institusi.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, edukasi mengenai penanganan gigitan ular dan kasus toksikologi diharapkan dapat menjangkau masyarakat serta tenaga kesehatan secara lebih luas.

READ  Yabpeknas Minta Kejelasan Status Paguyuban Kepala Puskesmas, Nilai Berpotensi Tumpang Tindih Kewenangan

Bagi RSI Sultan Agung, penguatan jejaring toksikologi juga menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan, pendidikan, dan penelitian yang terintegrasi.

Berita Terkait

Dari Semarang ke Kuala Lumpur, RSI Sultan Agung Bangun Aliansi Emergency Medicine
Bukan Sekadar Mengisi Jaringan, Inilah Prinsip Terapi Regeneratif Berbasis Sel
Ketika Mikroba Menjadi Sahabat: Fermentasi, Kesehatan, dan Kearifan Islam
Ketika Listrik Menjadi Bahasa Sel: Menyingkap Potensi Terapi Bioelektrik
Jaringan Lemak Bukan Limbah: Potensi Liposuction dalam Kedokteran Regeneratif
Peduli Kesehatan Masyarakat, H.Wawan Sumarwan Bagikan Masker Kepada Pengendara
Bedah Metabolik dan Regenerasi Sel: Ketika Jaringan Lemak Menjadi Sumber Terapi Autologus
Puasa dalam Perspektif Medis: Ketika Tradisi Profetik Bertemu Sains Modern
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:50

RSI Sultan Agung Cetak Rekor MURI Penyuluhan Gigitan Ular, Kemitraan dengan Kemenkes Diperkuat

Sabtu, 26 September 2026 - 07:38

Dari Semarang ke Kuala Lumpur, RSI Sultan Agung Bangun Aliansi Emergency Medicine

Minggu, 20 September 2026 - 13:36

Bukan Sekadar Mengisi Jaringan, Inilah Prinsip Terapi Regeneratif Berbasis Sel

Minggu, 13 September 2026 - 08:51

Ketika Mikroba Menjadi Sahabat: Fermentasi, Kesehatan, dan Kearifan Islam

Sabtu, 12 September 2026 - 06:21

Ketika Listrik Menjadi Bahasa Sel: Menyingkap Potensi Terapi Bioelektrik

Berita Terbaru