OJK Dorong Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa, BIK 2026 Dipusatkan di Banjarnegara

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: salah satu peserta saat menerima hadiah dari  Moment acara kick off Bulan inklusi keuangan di Pendopo Kecamatan Pandanarum.(Dok.Pelita News)

Foto: salah satu peserta saat menerima hadiah dari Moment acara kick off Bulan inklusi keuangan di Pendopo Kecamatan Pandanarum.(Dok.Pelita News)

Banjarnegara, Pelitanews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan hingga ke wilayah pedesaan dan pelosok. Hal itu menjadi salah satu fokus Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 se-Eks Karesidenan Banyumas yang dipusatkan di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (8/10/2026).

Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengatakan BIK tidak hanya bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, biaya, risiko, dan cara menggunakan produk keuangan secara tepat.

“Harapannya, dengan inklusi itu, literasi keuangan tidak hanya merambah perkotaan, tetapi juga pedesaan, bahkan daerah yang terluar,” kata Dinavia.

Menurutnya, akses dan literasi harus berjalan beriringan. Masyarakat yang telah memiliki akses terhadap layanan keuangan belum tentu memahami produk yang digunakan sehingga tetap rentan terhadap penipuan maupun layanan keuangan ilegal.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK bersama BPS, indeks inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen, sedangkan indeks literasi keuangan berada pada angka 69,57 persen.

READ  Organisasi Perempuan Brebes Bersinergi Wujudkan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh

Artinya, masih terdapat kesenjangan antara masyarakat yang telah memiliki akses dengan mereka yang benar-benar memahami produk dan layanan keuangan.

“Dari 100 orang, baru sekitar 69 orang yang benar-benar paham. Ini menjadi PR kita bersama agar masyarakat yang sudah terinklusi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap produk keuangan yang mereka gunakan,” jelasnya.

Dinavia menambahkan, perkembangan layanan keuangan digital memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi sekaligus meningkatkan risiko kejahatan digital.

Karena itu, OJK mengingatkan masyarakat agar menerapkan prinsip **legal dan logis** sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Masyarakat diminta memastikan legalitas penyedia jasa serta tidak mudah percaya terhadap tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.

Selain scam, masyarakat juga diminta mewaspadai pinjaman online ilegal, investasi bodong, judi online, hingga jebakan layanan *buy now pay later* akibat perilaku FOMO.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banjarnegara, Hendro Cahyono, mengatakan peningkatan literasi keuangan penting dilakukan seiring pesatnya digitalisasi.

Ia berharap BIK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.

READ  Mustahik Dibina Jadi Muzakki, Baznas Banjarnegara Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Lewat Pelatihan Usaha

“Melalui momentum Kick Off BIK 2026 ini, Pemkab Banjarnegara berharap literasi keuangan pelajar, ASN, dan masyarakat luas dapat semakin meningkat di tengah pesatnya digitalisasi,” ujarnya.

BIK 2026 wilayah kerja OJK Purwokerto digelar bersama Bank Indonesia dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Kegiatan diikuti sekitar 840 peserta secara luring dan daring dari empat kabupaten di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, mulai dari pelajar, mahasiswa, UMKM, ibu rumah tangga, petani, hingga kelompok masyarakat lainnya.

Mengusung tema **“Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”**, BIK diharapkan mampu memperluas akses keuangan sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan.

Rangkaian kegiatan BIK 2026 selanjutnya akan diisi edukasi dan literasi keuangan. Puncaknya, Financial Expo dijadwalkan berlangsung di Rita Supermall Purwokerto pada 24 Oktober 2026.

Dengan dipusatkannya kick off di Pandanarum, OJK menegaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan, tetapi juga harus menjangkau desa dan wilayah pelosok. (Bas)

Berita Terkait

Wartawan Mengaku Dikeroyok Saat Liput Demo HUT ke-500 Kabupaten Serang, HP Disebut Ikut Diamankan
Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan
Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL
Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November
Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran
Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

Wartawan Mengaku Dikeroyok Saat Liput Demo HUT ke-500 Kabupaten Serang, HP Disebut Ikut Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:34

OJK Dorong Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa, BIK 2026 Dipusatkan di Banjarnegara

Rabu, 23 September 2026 - 16:36

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39

Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL

Kamis, 17 September 2026 - 08:06

Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November

Berita Terbaru