BANJARNEGARA, PelitaNews.id – Prajurit TNI Angkatan Darat, Lettu Inf Harits Adam Yuseno, dimakamkan secara militer di Kompleks Pemakaman Jenggul, Kelurahan Krandegan, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (21/10/2026). Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian perwira muda itu kepada bangsa dan negara yang gugur saat bertugas di Papua Pegunungan.
Upacara pemakaman dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu selaku inspektur upacara. Hadir dalam prosesi tersebut Bupati Banjarnegara, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI, serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Dalam amanatnya, Letkol Inf Nodelismen Hulu menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum. Ia menegaskan, upacara pemakaman militer merupakan bentuk penghargaan atas jasa, pengabdian, dan dedikasi prajurit selama menjalankan tugas negara.
Menurutnya, almarhum merupakan salah satu prajurit yang memegang teguh prinsip perjuangan, kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta tanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai anggota TNI.
Dandim juga mengajak seluruh pihak untuk mengikhlaskan kepergian almarhum serta memaafkan segala kekhilafan semasa hidupnya. Ia berharap semangat pengabdian dan kebaikan yang telah ditunjukkan almarhum dapat menjadi teladan bagi prajurit lainnya.
Lettu Inf Harits Adam Yuseno lahir pada 4 November 1999 dan meninggal dunia pada usia 26 tahun. Perwira lulusan Akademi Militer tahun 2023 tersebut menjabat sebagai Danton I Kipan B Yonif 644/WLS, Brigif 19, Kodam XII/Tanjungpura.
Almarhum gugur bersama tiga rekannya dalam kecelakaan tunggal mobil dinas TNI yang terperosok ke jurang di Jalan Trans Wamena–Jayapura, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 16.45 WIT.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Lingkungan Ngelos RT 03 RW 08, Kelurahan Krandegan, Banjarnegara.
Kepergian Harits meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat Banjarnegara. Pemakaman militer tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi seorang perwira muda yang gugur ketika menjalankan tugas pengabdian kepada negara.(Bas)






