Tangerang, Pelitanews.id– Kebakaran yang kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin menuai perhatian berbagai pihak. Peristiwa yang berulang tersebut dinilai menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah dan upaya mitigasi kebakaran di lokasi pembuangan akhir.
Lembaga Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN) mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya insiden serupa. Menurut organisasi tersebut, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi juga harus mengedepankan langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal LSBSN, Agus Widodo, S.H., mengatakan kebakaran di TPA Jatiwaringin telah menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama akibat kepulan asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.
“Perlu ada langkah konkret, bukan hanya penanganan setelah kebakaran terjadi. Pengawasan harus diperketat, pengelolaan sampah harus diperbaiki, dan sistem pencegahan harus menjadi prioritas agar lingkungan serta kesehatan masyarakat tetap terlindungi,” ujar Agus Widodo, Selasa (30/6/2026).
Menurut Agus, kebakaran di kawasan TPA perlu menjadi momentum evaluasi terhadap tata kelola persampahan. Ia menilai pengawasan yang lebih optimal, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penerapan sistem mitigasi risiko menjadi faktor penting untuk mengurangi potensi kebakaran di masa mendatang.
LSBSN juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar TPA, mengingat paparan asap dalam waktu lama dapat berdampak pada kesehatan, termasuk meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan.
Dalam pernyataannya, LSBSN mengusulkan sejumlah langkah yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah, antara lain memperkuat pengawasan di kawasan TPA, melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk pengelolaan gas metana, serta membangun sistem pencegahan dini melalui penyediaan sarana penanggulangan kebakaran dan patroli rutin.
Selain itu, lembaga tersebut mendorong adanya strategi penanganan jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada penanggulangan saat terjadi kebakaran, tetapi juga mencakup upaya mitigasi dan peningkatan standar pengelolaan lingkungan.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, asap masih dilaporkan terlihat di sejumlah titik di kawasan TPA Jatiwaringin dan dikeluhkan oleh warga sekitar. LSBSN berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk meminimalkan risiko kebakaran berulang sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sumber: Lembaga Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN).






