Jembatan Gantung Penghubung Purwonegoro–Rakit Putus, Warga Berharap Perbaikan Segera Dipercepat

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan Gantung Purwonegoro- Kincang sebagai jalur penghubung warga, nampak kondisi saat ini pasca kerusakan berat.(Dok.Pelita News.id)

Jembatan Gantung Purwonegoro- Kincang sebagai jalur penghubung warga, nampak kondisi saat ini pasca kerusakan berat.(Dok.Pelita News.id)

Banjarnegara,PelitaNews.id– Jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Purwonegoro dengan Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi dapat difungsikan. Putusnya akses tersebut berdampak pada mobilitas warga yang selama ini mengandalkan jembatan sebagai jalur utama menuju pasar, sekolah, maupun pusat kegiatan ekonomi.

Nuryati (31), warga RT 04/RW 05 Desa Kincang, Kecamatan Rakit, yang rumahnya berada di dekat jembatan, mengatakan jembatan tersebut telah mengalami kerusakan sebanyak dua kali sebelum akhirnya dibongkar.

“Awalnya diketahui satu sling putus. Kemudian pada Juni kemarin satu sling lainnya juga putus. Setelah itu jembatan dibongkar sekalian karena memang rencananya akan dibangun kembali,” ujar Nuryati saat ditemui, Kamis (9/7/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Kincang, Nasrudin, membenarkan bahwa jembatan gantung tersebut sudah tidak dapat digunakan. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan maupun perbaikannya bukan merupakan kewenangan pemerintah desa.

“Jembatan yang menghubungkan Kincang dengan Purwonegoro itu bukan kewenangan desa. Kami hanya sebagai penerima manfaat. Terkait progres, kebijakan, maupun besaran anggarannya, kami tidak mengetahui,” katanya.

READ  Wasirudin Kini Lebih Optimistis Kelola Tambak, Pupuk Bersubsidi Perkuat Harapan Pembudidaya Ikan Brebes

Menurut Nasrudin, usia jembatan tersebut sudah sangat tua. Ia memperkirakan jembatan dibangun sebelum tahun 1980. Sebelum ada jembatan gantung, masyarakat menggunakan tambatan perahu sebagai sarana penyeberangan.

“Jembatan itu sudah ada sebelum tahun 1980. Dulu, sebelum jalan diaspal, warga menyeberang menggunakan tambatan perahu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kerusakan jembatan bukan disebabkan minimnya perawatan, melainkan akibat bencana alam.

“Di bagian atas ada pohon beringin. Saat terjadi banjir, pohon itu tumbang dan menghantam jembatan hingga mengalami kerusakan. Jadi bukan karena kurang perawatan, melainkan murni akibat bencana,” terangnya.

Nasrudin berharap pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan mengingat perannya yang sangat penting bagi masyarakat.

“Jembatan ini sudah lama menjadi jalur utama, bukan hanya bagi warga Desa Kincang, tetapi juga masyarakat Tanjung Anom, Luwung, Adipasir, dan sekitarnya untuk menuju Pasar Purwonegoro. Mobilitas ekonomi, pendidikan, dan aktivitas masyarakat sangat bergantung pada akses ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, proses pembangunan saat ini sedang dipersiapkan.

READ  2.168 Lulusan Paket A, B, dan C Terima Ijazah, Banjarnegara Kejar Peningkatan IPM dan Rata-Rata Lama Sekolah

“Harapannya penanganannya bisa segera dilakukan. Informasi yang kami terima, komponen jembatan sedang disiapkan di Semarang dan nantinya akan langsung dipasang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasrudin menyebut pembangunan kembali jembatan tersebut diinformasikan akan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

“Informasi yang kami terima, pembangunan berasal dari program pemerintah pusat, baik melalui kementerian maupun jalur aspirasi. Kami tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas, sebelumnya proses pengawalan perbaikan juga melibatkan TNI,” pungkasnya. (Bas)

Berita Terkait

DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Alsitan ke Petani
Hendra Tarmizi Mengakui Sudah Di Panggil Kejaksaan. Terkait Anggaran Pembangunan Puskesmas Curug
Mengawali Babak Baru Pengabdian, Holilah. S. Sos. M.I.P Diangkat Menjadi Sektaris Kelurahan Tigaraksa.
Sebanyak 110 Peserta Mengikuti STQ Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang dan Launching Buku Ayat-Ayat Semesta.
Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031
BPN Banten Gandeng PWI, Masyarakat Diharapkan Lebih Paham Prosedur Pertanahan
Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Iptek dan Berinovasi
HPS 2026, Zarkasi Dorong Perlindungan Sawah dan Perbaikan Irigasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33

DPC Gerindra Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan Alsitan ke Petani

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16

Hendra Tarmizi Mengakui Sudah Di Panggil Kejaksaan. Terkait Anggaran Pembangunan Puskesmas Curug

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:52

Mengawali Babak Baru Pengabdian, Holilah. S. Sos. M.I.P Diangkat Menjadi Sektaris Kelurahan Tigaraksa.

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:58

Sebanyak 110 Peserta Mengikuti STQ Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang dan Launching Buku Ayat-Ayat Semesta.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:52

Merawat Ikatan, Menguatkan kontribusi. PC IKA PMII Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik Masa Khidmat 2026-2031

Berita Terbaru