Jembatan Gantung Luwung – Gumiwang Dibangun, Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rofik Hananto DPRRI dari Fraksi PKS selaku Aspirator saat memberikan pemaparan terkait pembangunan akses jembatan lintasan sungai serayu antara Desa Luwung, Kecamatan Rakit dan Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro.(Dok.Kominfo  Bna/Pelitanews.id)

Rofik Hananto DPRRI dari Fraksi PKS selaku Aspirator saat memberikan pemaparan terkait pembangunan akses jembatan lintasan sungai serayu antara Desa Luwung, Kecamatan Rakit dan Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro.(Dok.Kominfo Bna/Pelitanews.id)

Banjarnegara, Pelitanews.id – Upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Banjarnegara terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Luwung–Gumiwang yang akan menghubungkan Desa Luwung, Kecamatan Rakit, dengan Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Kehadiran jembatan sepanjang 120 meter ini diharapkan tidak hanya memangkas jarak tempuh, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses layanan kesehatan bagi warga di kedua wilayah.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan program infrastruktur yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI, Rofik Hananto. Proyek ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan representatif.

Dalam Sosialisasi Pembangunan Jembatan Gantung di Balai Desa Gumiwang, Rabu (1/7), Rofik Hananto mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan mobilitas.

> “Ini yang diidamkan oleh masyarakat selama ini untuk mempermudah mobilitas warga menuju akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di dua desa ini,” ujar Rofik.

READ  Epson EcoTank L1310 dan L1350 Meluncur, Tawarkan Efisiensi dan Kapasitas Cetak Tinggi

Menurutnya, jembatan gantung itu dirancang sebagai jalur utama bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, konstruksinya juga memungkinkan dilalui kendaraan roda empat dalam kondisi tertentu, terutama untuk kepentingan darurat seperti ambulans.

> “Ini khususnya dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun bisa juga untuk roda empat, tetapi hanya untuk kondisi darurat, seperti ambulans,” jelasnya.

Rofik menambahkan, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan. Berdasarkan kontrak kerja, proyek tersebut dijadwalkan rampung pada **26 Desember 2026**. Meski demikian, ia berharap proses pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan jembatan tersebut sebelum puncak musim hujan.

> “Insyaallah tanggal 26 Desember 2026 dijadwalkan selesai. Mudah-mudahan bisa lebih cepat sehingga sebelum musim hujan tiba jembatan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas terealisasinya program aspirasi tersebut di Kabupaten Banjarnegara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

READ  Menjaga Keselamatan Jiwa di Tengah Hilirisasi Terapi Regeneratif

> “Saya mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang diturunkan di Kabupaten Banjarnegara oleh Bapak Rofik. Semoga seluruh program yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Amalia.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh proses konstruksi, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Karena itu, pemerintah daerah bersama pemerintah desa akan memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan jembatan agar tetap aman, terawat, dan memiliki usia layanan yang panjang.

> “Harap dijaga bersama karena ini merupakan aset milik masyarakat. Gunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah kabupaten bersama pemerintah desa akan memberikan edukasi mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Luwung–Gumiwang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu memperkuat konektivitas antardesa, membuka akses pelayanan publik yang lebih cepat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Banjarnegara. (Bas)

Berita Terkait

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen
RUU Perampasan Aset hingga Perlindungan Pekerja MBG, Ini Tuntutan Massa pada 27 Agustus
Epson EcoTank L1310 dan L1350 Meluncur, Tawarkan Efisiensi dan Kapasitas Cetak Tinggi
Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
Pekan Raya Balaraja Kedua Resmi Dibuka, Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM
Pengrajin Tikar Pandan Mawangi Bertahan di Tengah Jerat Pengepul, Harga Rp28 Ribu Per Lembar
Dinilai “Planga-Plongo” dan Jadi Batu Sandungan Daerah, Aktivis Desak Bupati Madina Copot Pj. Sekda Afrizal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:21

Wali Kota Cilegon Robinsar Terima Slempang Kehormatan Saat Hadiri Maulid Nabi di Kapudenok Julalen

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:03

RUU Perampasan Aset hingga Perlindungan Pekerja MBG, Ini Tuntutan Massa pada 27 Agustus

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:11

Epson EcoTank L1310 dan L1350 Meluncur, Tawarkan Efisiensi dan Kapasitas Cetak Tinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:54

Bus Eka Tujuan Cilacap Terbakar di Madiun, Seorang Penumpang Terluka Bakar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:00

Pekan Raya Balaraja Kedua Resmi Dibuka, Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM

Berita Terbaru

kesehatan

Jangan Biarkan Gangguan Server Menurunkan Mutu Rumah Sakit

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:36