Banjarnegara, Pelitanews.id – Upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Banjarnegara terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Luwung–Gumiwang yang akan menghubungkan Desa Luwung, Kecamatan Rakit, dengan Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Kehadiran jembatan sepanjang 120 meter ini diharapkan tidak hanya memangkas jarak tempuh, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta akses layanan kesehatan bagi warga di kedua wilayah.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan program infrastruktur yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI, Rofik Hananto. Proyek ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan akses penghubung yang lebih aman, cepat, dan representatif.
Dalam Sosialisasi Pembangunan Jembatan Gantung di Balai Desa Gumiwang, Rabu (1/7), Rofik Hananto mengatakan bahwa keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan mobilitas.
> “Ini yang diidamkan oleh masyarakat selama ini untuk mempermudah mobilitas warga menuju akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di dua desa ini,” ujar Rofik.
Menurutnya, jembatan gantung itu dirancang sebagai jalur utama bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, konstruksinya juga memungkinkan dilalui kendaraan roda empat dalam kondisi tertentu, terutama untuk kepentingan darurat seperti ambulans.
> “Ini khususnya dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun bisa juga untuk roda empat, tetapi hanya untuk kondisi darurat, seperti ambulans,” jelasnya.
Rofik menambahkan, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar enam bulan. Berdasarkan kontrak kerja, proyek tersebut dijadwalkan rampung pada **26 Desember 2026**. Meski demikian, ia berharap proses pembangunan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga masyarakat dapat segera memanfaatkan jembatan tersebut sebelum puncak musim hujan.
> “Insyaallah tanggal 26 Desember 2026 dijadwalkan selesai. Mudah-mudahan bisa lebih cepat sehingga sebelum musim hujan tiba jembatan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas terealisasinya program aspirasi tersebut di Kabupaten Banjarnegara. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
> “Saya mengucapkan terima kasih atas aspirasi yang diturunkan di Kabupaten Banjarnegara oleh Bapak Rofik. Semoga seluruh program yang hadir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Amalia.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh proses konstruksi, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Karena itu, pemerintah daerah bersama pemerintah desa akan memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan jembatan agar tetap aman, terawat, dan memiliki usia layanan yang panjang.
> “Harap dijaga bersama karena ini merupakan aset milik masyarakat. Gunakan sebagaimana mestinya. Pemerintah kabupaten bersama pemerintah desa akan memberikan edukasi mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.
Pembangunan Jembatan Gantung Luwung–Gumiwang diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu memperkuat konektivitas antardesa, membuka akses pelayanan publik yang lebih cepat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Banjarnegara. (Bas)






