BANJARNEGARA – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) LKD Yasa Yuwana Kecamatan Wanayasa mulai mengembangkan sektor properti dengan membangun hunian berupa rumah kos syariah. Proyek tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di kompleks BUMDesma, Kamis (9/7/2026).
Pembangunan rumah kos ini menjadi langkah diversifikasi usaha BUMDesma dalam menyambut rencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Wanayasa. Keberadaan hunian tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi tenaga kesehatan, dokter, pendamping pasien, maupun masyarakat yang membutuhkan akomodasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Hendro Cahyono, mengapresiasi inisiatif pengurus BUMDesma yang dinilai mampu membaca peluang ekonomi sekaligus mengembangkan unit usaha baru sesuai kebutuhan daerah.
“Langkah ini menunjukkan kemampuan pengurus dalam melihat peluang usaha. Pengembangan unit bisnis seperti ini diperbolehkan selama tetap mengacu pada regulasi dan dilakukan dengan perencanaan yang matang,” ujarnya.
Meski mendukung inovasi tersebut, Hendro mengingatkan agar BUMDesma tetap mempertahankan usaha utamanya, yakni layanan simpan pinjam perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), yang selama ini menjadi penopang kinerja lembaga.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola usaha yang transparan, profesional, dan akuntabel agar seluruh pengembangan bisnis mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Core business harus tetap dijaga. Pengembangan usaha lain silakan dilakukan melalui musyawarah dan didukung kajian kelayakan agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan hasil optimal,” katanya.
Direktur BUMDesma LKD Yasa Yuwana, Sunaryo, menjelaskan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan target sebanyak 20 kamar berukuran 3 x 5 meter. Total investasi proyek diperkirakan mencapai Rp1,7 miliar.
Menurutnya, konsep yang diusung adalah kos syariah, sehingga selain mengejar nilai ekonomi, pengelolaan hunian juga mengedepankan nilai-nilai etika dan norma agama.
“Kami ingin usaha ini tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan keberkahan melalui konsep hunian yang nyaman, aman, dan sesuai prinsip syariah,” ungkap Sunaryo.
Ia menambahkan, BUMDesma LKD Yasa Yuwana yang merupakan transformasi dari eks-UPK sejak tahun 2000 kini memiliki sekitar 1.000 anggota peminjam aktif dengan omzet usaha mencapai sekitar Rp5 miliar. Selain menjalankan layanan simpan pinjam, BUMDesma juga mengembangkan usaha penyediaan alat tulis kantor (ATK) serta mulai merambah sektor properti.
Prosesi peletakan batu pertama turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Banjarnegara, Kepala Dispermades PPKB, Camat Wanayasa, para kepala desa se-Kecamatan Wanayasa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
(Bas)






