Bima Arya: Pemimpin Masa Depan Dituntut Adaptif, Inovatif, dan Siap Menggerakkan Perubahan

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Pelitanews.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kepemimpinan di era modern tidak lagi cukup hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa organisasi maupun masyarakat menuju kemajuan.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat menjadi pembicara pada Advanced Leadership Programme (ALDP) 2026 bertema Strategic Leadership for Innovative Growth di Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, perubahan global yang berlangsung sangat cepat menuntut lahirnya pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan, mampu membaca peluang, sekaligus mengambil keputusan secara tepat di tengah dinamika dunia yang terus berkembang.

“Banyak pemimpin berhasil bukan karena sekadar mengikuti perubahan, tetapi karena mampu memimpin perubahan. Mereka mampu membaca arah zaman dan mengantisipasi masa depan,” ujar Bima.

Ia menjelaskan, perubahan geopolitik dunia, kemajuan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons dengan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.

Bima juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bonus demografi Indonesia yang diperkirakan mencapai puncaknya sebelum tahun 2040. Momentum tersebut, menurutnya, harus dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah dan menuju negara maju.

READ  Warga Malingping Utara dan Sangiang Gelar Gotong Royong Bangun Jembatan Lewi Kuku, Musa Weliansyah Nyatakan Dukungan

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa inovasi di lingkungan birokrasi harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar untuk memenuhi target administratif maupun meraih penghargaan.

“Inovasi harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, seorang pemimpin harus sering turun ke lapangan, mendengar aspirasi warga, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan solusi,” tegasnya.

Menurut Bima, pelayanan publik yang inovatif akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) perlu terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kolaborasi, serta mampu menerjemahkan gagasan menjadi program yang berdampak nyata.

Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan. Seorang pemimpin, kata Bima, tidak hanya dituntut menghasilkan perubahan, tetapi juga memastikan program-program yang terbukti bermanfaat dapat diteruskan dan dikembangkan oleh generasi penerus.

Program Advanced Leadership Programme (ALDP) 2026 diikuti peserta dari berbagai kementerian, pemerintah daerah, serta perwakilan Departemen Perdana Menteri Malaysia. Kegiatan tersebut turut dihadiri Director of Razak School of Government, National Institute of Public Administration (INTAN) Malaysia, Encik Azham.

READ  Jawara Banten Bersatu di Cisitu: Antara Penjaga Marwah Adat dan Bayang-bayang Otoritas Sipil*

Berita Terkait

Peredaran obat keras yang diduga masuk kategori obat daftar G kembali menjadi sorotan di sejumlah wilayah Tangerang Selatan
Warga Ruko 1B Blok BH-BJ Mengeluh Pengujung Sepi,Persoalkan Sistem Parkir Otomatis
Jatanras Polda Lampung Amankan Empat Terduga Pelaku Curanmor di Curug Wetan Tangerang
FORMASI Dukung Saturday Service Kecamatan Kelapa Dua, Permudah Warga Urus Administrasi
Camat Kelapa Dua Apresiasi Nesya, Siswi SMPN 2 yang Tampil di Jambore Nasional XII
IPPI Colour Fun Walk 2026 Digelar, Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Hidup Sehat
FORMASI Sambut Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara, Junaedi: Sejarah Harus Hidup di Tengah Generasi
Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:51

Peredaran obat keras yang diduga masuk kategori obat daftar G kembali menjadi sorotan di sejumlah wilayah Tangerang Selatan

Senin, 14 September 2026 - 16:25

Warga Ruko 1B Blok BH-BJ Mengeluh Pengujung Sepi,Persoalkan Sistem Parkir Otomatis

Senin, 14 September 2026 - 13:51

Jatanras Polda Lampung Amankan Empat Terduga Pelaku Curanmor di Curug Wetan Tangerang

Minggu, 13 September 2026 - 23:15

FORMASI Dukung Saturday Service Kecamatan Kelapa Dua, Permudah Warga Urus Administrasi

Minggu, 13 September 2026 - 11:59

IPPI Colour Fun Walk 2026 Digelar, Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Hidup Sehat

Berita Terbaru