FORMASI Sambut Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara, Junaedi: Sejarah Harus Hidup di Tengah Generasi

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG —PelitaNews.id Sejarah tidak cukup hanya dikenang. Ia harus dirawat, dipelajari, dan diwariskan agar nilai perjuangan para pendahulu tidak hilang ditelan zaman.

Semangat itulah yang menjadi salah satu alasan Forum Media dan LSM (FORMASI) menyambut positif dimulainya pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara di Kompleks TMP Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara, Kampung Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Ketua FORMASI, Junaedi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus dukungan atas pembangunan museum yang dinilainya memiliki arti penting bagi masyarakat Tangerang dan Banten.

Menurut Junaedi, museum tersebut nantinya bukan sekadar bangunan untuk menyimpan benda atau catatan sejarah. Lebih jauh, museum diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu mempertemukan generasi muda dengan sejarah perjuangan para pendahulunya.

“Kami dari FORMASI mengucapkan selamat atas dimulainya pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara. Ini merupakan langkah yang sangat baik dalam menjaga sejarah dan identitas daerah. Kami tentu memberikan dukungan agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Junaedi.

READ  TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Ia menilai generasi muda perlu memiliki ruang untuk mengenal sejarah secara lebih dekat. Sebab, menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar sejarahnya.

“Kita boleh berbicara tentang masa depan, tentang pembangunan dan kemajuan teknologi. Tetapi kita juga harus tahu dari mana kita berasal. Museum seperti ini bisa menjadi jembatan agar generasi muda tidak kehilangan hubungan dengan sejarah daerahnya sendiri,” katanya.

Junaedi berharap museum tersebut nantinya dapat dikembangkan secara profesional dan terbuka bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi bagian dari penguatan wisata sejarah dan religi di Kabupaten Tangerang.

Hal senada disampaikan Pembina FORMASI, Haerul Herdiansyah. Ia menyebut pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah di tengah masyarakat.

Menurut Haerul, pembangunan museum tidak boleh dimaknai hanya sebagai proyek fisik. Ada pesan kebudayaan dan pendidikan yang jauh lebih besar di baliknya.

“Kami melihat pembangunan museum ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengetahui nama Raden Aria Wangsakara, tetapi tidak memahami perjuangan, nilai dan keteladanan yang beliau wariskan,” ujar Haerul.

READ  Proyek Anggaran 7 Miliar Sarpras Stadion Mini dan RTH Curug Diduga Tidak Sesuai Teknis, DTRB Kabupaten Tangerang Terkesan Tutup Mata

Ia menambahkan, museum idealnya menjadi tempat yang hidup. Bukan hanya dikunjungi ketika ada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar bagi pelajar, mahasiswa, masyarakat, komunitas budaya hingga wisatawan.

“Museum harus menjadi rumah bagi sejarah. Anak-anak sekolah bisa belajar di sana, masyarakat bisa mengenal kembali perjalanan daerahnya, dan generasi muda bisa mengambil nilai perjuangan untuk diterapkan dalam kehidupan hari ini,” katanya.

Haerul juga berharap pembangunan museum dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, kawasan bersejarah seperti Lengkong Ulama memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi dengan wisata religi, kebudayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, FORMASI mendorong agar pembangunan dan pengelolaan Museum Raden Aria Wangsakara ke depan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, museum ini bukan hanya berbicara tentang masa lalu. Ia bisa menjadi investasi pengetahuan untuk masa depan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tutur Haerul.

Bagi FORMASI, menjaga sejarah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah membangun fasilitasnya, masyarakat ikut merawatnya, sementara generasi muda menjadi penerus nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

READ  FORMASI Ucapkan Selamat dan Sukses atas Jabatan Baru AKP Toto Riyanto, S.H. sebagai Kapolsek Legok

Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara pun diharapkan menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk menjadikan sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan sumber pembelajaran bagi masa depan.

“Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun masa depan, tetapi juga bangsa yang tidak melupakan orang-orang yang telah meletakkan dasar perjuangannya,” pungkas Haerul.

Penulis : Azis

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Ciputra Hospital Gelar”Gathering Ojek Online Bersatu Kabupaten Tangerang Demi Kesejahteraan Mitra
Bocah Kelas 3 SD Tenggelam di Danau Bekas Galian Jatake, Ditemukan Setelah 26 Jam
Ihda Mawaddatussyajaiah Siswi MAN 1 Tigaraksa Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang
DPRD Kabupaten Tangerang Hadirkan JDIH E-Legislation
Tradisi Korps Pelepasan Warga Kodim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Yudho Setyono, S.H. Dilepas Penuh Kehangatan
Kodim 0503/JB Salurkan Sedikitnya 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat
Membaca Potensi Sel Punca Autologus dalam Mendukung Pemulihan Fungsi Sel Beta Pankreas
Proyek Lanjutan TRK SMPN 3 Legok Diduga Gunakan Kayu Kaso Bekas, Pengawasan Tidak Berfungsi, Kadisnya Selalu Bungkam

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:23

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan Ciputra Hospital Gelar”Gathering Ojek Online Bersatu Kabupaten Tangerang Demi Kesejahteraan Mitra

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:51

Bocah Kelas 3 SD Tenggelam di Danau Bekas Galian Jatake, Ditemukan Setelah 26 Jam

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:04

Ihda Mawaddatussyajaiah Siswi MAN 1 Tigaraksa Maju Sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:47

DPRD Kabupaten Tangerang Hadirkan JDIH E-Legislation

Selasa, 29 September 2026 - 17:20

Kodim 0503/JB Salurkan Sedikitnya 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Jakarta Barat

Berita Terbaru