TANGERANG SELATAN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pemerintah daerah lebih transparan dalam pengelolaan belanja publikasi dan iklan pada organisasi perangkat daerah (OPD).
Dorongan itu disampaikan di tengah kondisi perusahaan media lokal yang dinilai semakin menghadapi tekanan ekonomi. SMSI Tangsel melihat sektor periklanan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat agar perusahaan pers lokal dapat mempertahankan operasional sekaligus memberikan ruang kerja yang berkelanjutan bagi wartawan dan pekerja media.
Ketua SMSI Kota Tangerang Selatan, David Saragih, mengatakan pemerintah sebenarnya memiliki anggaran publikasi pada setiap OPD. Namun, menurutnya, masih diperlukan keterbukaan mengenai mekanisme kerja sama dan dasar penentuan tarif publikasi yang diberlakukan masing-masing perangkat daerah.
“Kita melihat faktor ekonomi yang sedang lambat pertumbuhannya. Di sisi lain, perkembangan media lokal saat ini bisa dibilang hidup segan, mati pun tak mau,” kata David saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Ia menilai perbedaan satuan harga publikasi antar-OPD perlu mendapatkan penjelasan agar perusahaan media mengetahui dasar penetapan harga yang digunakan.
“Artinya, satuan harga di tiap dinas itu berbeda. Yang menjadi pertanyaan, dasar satuan harga untuk beriklan itu apa? Untuk media lokal seperti apa dan media nasional seperti apa?” ujarnya.
Media Online Tak Lagi Terbatas Batas Wilayah
David juga menyoroti perkembangan media siber yang menurutnya telah mengubah pola distribusi informasi. Media online lokal, kata dia, tetap berpotensi menjangkau pembaca di luar daerah bahkan hingga mancanegara.
“Cyber ini tidak hanya skala lokal dan nasional, tetapi secara global. Pembacanya juga bukan hanya lokal atau nasional, tetapi bisa global,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah dan sektor swasta untuk memanfaatkan media online sebagai sarana komunikasi publik sekaligus promosi.
Karena itu, SMSI Tangsel mendorong pemerintah daerah tidak hanya melihat media lokal dari sisi batas geografis, tetapi juga berdasarkan potensi jangkauan dan karakteristik audiensnya.
Mendorong Ekosistem Media yang Berkelanjutan
David mengatakan industri media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Namun, keberlangsungan perusahaan pers juga membutuhkan ekosistem ekonomi yang sehat.
“Potensinya masih sangat besar dan itu membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan dunia usaha dapat membangun pola kerja sama yang profesional dengan perusahaan media lokal. Dukungan tersebut dinilai bukan hanya membantu perusahaan pers, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan wartawan serta pekerja media.
“Ini juga berarti mendorong pemerintah untuk bersama-sama dengan perusahaan media lokal. Dengan begitu, ekonomi di Tangerang Selatan tetap bisa berputar,” kata David.
Ia mengingatkan, jika kondisi ekonomi terus melambat dan tidak ada dukungan dari pemerintah maupun sektor swasta, perusahaan media lokal akan semakin sulit bertahan.
“Kalau perkembangan perekonomian sedang lambat dan tidak ada dorongan dari pemerintah daerah ataupun pihak swasta, perlahan-lahan perusahaan media lokal bisa mati,” tegasnya.
Melalui Gerakan Beriklan di Media Online Lokal, SMSI Tangsel berharap lahir pola kemitraan yang lebih sehat antara pemerintah, dunia usaha, dan perusahaan pers.
SMSI juga mendorong agar mekanisme pengadaan serta satuan harga publikasi dan advertorial di masing-masing OPD dapat dibuka secara jelas sehingga perusahaan media memiliki kepastian dan pemahaman yang sama dalam menjalin kerja sama.
“Dukungan dan dorongan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, bersama pihak swasta, harus menjadi sinergi baru bagi perusahaan-perusahaan pers lokal,” pungkas David.
(Red)






