Dirut RSI Sultan Agung Gagas Terapi Ujianto Self-Compassion Score Berbasis Shalat Dhuha untuk Pasien Tuna Daksa

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang memperkenalkan inovasi dalam bidang kedokteran integratif yang menggabungkan pendekatan medis, psikologis, dan spiritual Islam. Inovasi tersebut digagas oleh Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUA., melalui penelitian doktoralnya di Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Penelitian tersebut berfokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien, khususnya penyandang tuna daksa yang menjalani perawatan di rumah sakit dan mengalami keterbatasan fisik.

Menurut dr. Agus, pasien dengan keterbatasan fisik kerap menghadapi berbagai persoalan psikologis, seperti kecemasan, kesepian, hingga trauma akibat perubahan kondisi tubuh yang dialami.

Sebagai solusi, ia mengembangkan instrumen klinis yang diberi nama Ujianto Self-Compassion Score (USCS). Instrumen ini merupakan adaptasi dari konsep Self-Compassion Scale yang dikembangkan oleh psikolog Barat, Kristin Neff, dengan menambahkan pendekatan spiritual melalui pembiasaan Shalat Dhuha secara istiqamah.

“Pendekatan ini dirancang sebagai terapi komplementer atau adjuvant therapy yang dapat mendukung proses pemulihan pasien, khususnya dari sisi psikologis dan spiritual,” ujar dr. Agus.

READ  Menembus Batas Baru: Sinergi Kedokteran Regeneratif dan Terapi Endovaskular untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi dan Lemah Syahwat

Ia menjelaskan, kebaruan penelitian tersebut terletak pada integrasi antara konsep psikologi modern dengan nilai-nilai spiritual Islam. Melalui pendekatan tersebut, praktik Shalat Dhuha tidak hanya dipandang sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai bagian dari intervensi psikospiritual yang diharapkan mampu membantu pasien membangun ketenangan batin, rasa syukur, dan penerimaan diri.

Dalam penelitian tersebut, dr. Agus juga memperkenalkan konsep Spiritual Agency Integration (SAI), yaitu kerangka yang mengintegrasikan teori motivasi modern dengan internalisasi nilai-nilai spiritual Islam.

Melalui pendekatan ini, pasien diharapkan dapat bertransformasi dari penerima layanan kesehatan yang pasif menjadi individu yang aktif dalam proses pemulihan dirinya sendiri melalui penguatan aspek spiritual.

Secara metodologis, Ujianto Self-Compassion Score diukur menggunakan skala Likert dengan rentang skor satu hingga lima berdasarkan empat indikator utama, yakni self-kindness (kebaikan terhadap diri sendiri), common humanity (kesadaran akan kemanusiaan universal), mindfulness (kesadaran penuh), serta pembiasaan Shalat Dhuha sebagai bentuk penguatan transendental.

Keempat aspek tersebut digunakan untuk menilai sejauh mana pasien mampu menerima kondisi dirinya, mengelola emosi, mengurangi perasaan terisolasi, serta membangun hubungan spiritual yang lebih kuat selama menjalani proses penyembuhan.

READ  Membangun Standar Baru dalam Terapi Regeneratif PTC-PRP (MCT)

Menurut dr. Agus, inovasi tersebut diharapkan dapat memperkaya konsep hospital healing environment di Indonesia, khususnya pada rumah sakit berbasis syariah.

“Hakikat pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga mencakup penguatan aspek psikologis dan spiritual pasien agar tercapai kesehatan yang utuh,” ujarnya.

Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi praktisi kesehatan, akademisi, maupun lembaga pelayanan kesehatan dalam mengembangkan model pelayanan kesehatan integratif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Berita Terkait

Jangan Biarkan Gangguan Server Menurunkan Mutu Rumah Sakit
Akreditasi Rumah Sakit Jangan Digadaikan oleh Gangguan Sistem Digital
Menjaga Keselamatan Jiwa di Tengah Hilirisasi Terapi Regeneratif
Ketika Rumah Sakit, BPJS, dan Pasien Terjebak dalam Benang Kusut Sistem Kesehatan
Dari Ruang Operasi ke Ruang Direksi: Strategi Membangun Rumah Sakit yang Produktif dan Berkelanjutan
Ketika Pasien Mengeluh dan Nakes Disalahkan: Membongkar Akar Masalah Pelayanan Kesehatan
Integrasi Terapi Biologi Subkutan Terpadu: Peran Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells (BM-MSCs) Minimally Manipulated, Auto-Haemotherapy, dan Sel Mononuklear Autologus dalam Pemulihan Diabetes Melitus
Teknik Harvesting Stem Cell Autologus Berbasis Stromal Vascular Fraction (SVF) dengan Minimal Liposuction Anestesi Lokal

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:36

Jangan Biarkan Gangguan Server Menurunkan Mutu Rumah Sakit

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:39

Akreditasi Rumah Sakit Jangan Digadaikan oleh Gangguan Sistem Digital

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:16

Menjaga Keselamatan Jiwa di Tengah Hilirisasi Terapi Regeneratif

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:44

Ketika Rumah Sakit, BPJS, dan Pasien Terjebak dalam Benang Kusut Sistem Kesehatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:29

Dari Ruang Operasi ke Ruang Direksi: Strategi Membangun Rumah Sakit yang Produktif dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

kesehatan

Jangan Biarkan Gangguan Server Menurunkan Mutu Rumah Sakit

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:36