Nobar Final Piala Dunia di Menteng Tenggulun, Mendagri: Perkuat Kebersamaan dan Gerakkan Ekonomi Warga

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pelitanews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol bersama warga Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta, Senin (20/7/2026) dini hari.

Dalam kegiatan tersebut, Mendagri didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Kehadiran para pejabat tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi nobar.

Mendagri mengatakan, kegiatan nobar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Menurut Tito, penyelenggaraan nobar di berbagai daerah merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat dapat menikmati pesta sepak bola dunia secara bersama-sama melalui dukungan stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari sejumlah kepala daerah, kegiatan nobar di berbagai wilayah berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Di daerah-daerah, saya juga mendapat laporan dari kepala-kepala daerah, nobarnya ramai. Ini menunjukkan kebersamaan, menjadi hiburan masyarakat, mempererat kekompakan, sekaligus mendorong ekonomi,” ujar Tito.

Mengenai jalannya pertandingan final, Tito menilai Spanyol tampil lebih dominan sepanjang laga. Meski demikian, ia menegaskan hasil pertandingan bukan menjadi hal terpenting dibandingkan semangat kebersamaan yang tercipta selama kegiatan berlangsung.

“Harus diakui pertandingan ini didominasi oleh Spanyol, dan memang wajar kalau Spanyol yang menang. Tetapi yang lebih penting bagi saya adalah kebersamaan masyarakat yang terbangun melalui kegiatan ini,” katanya.

Tito berharap semangat kebersamaan yang lahir dari momentum Piala Dunia dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga berharap geliat ekonomi yang tumbuh selama penyelenggaraan nobar tetap berlanjut meski turnamen telah usai.

“Piala Dunia berakhir, kita harapkan ekonomi kita tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Kegiatan nobar di Menteng Tenggulun menjadi salah satu rangkaian penyelenggaraan nonton bersama yang digelar di berbagai daerah sebagai upaya menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

READ  Launching Payment Point Agen Samsat Banten,Lebih Dekat,Lebih Mudah

Berita Terkait

Warga Ruko 1B Blok BH-BJ Mengeluh Pengujung Sepi,Persoalkan Sistem Parkir Otomatis
Jatanras Polda Lampung Amankan Empat Terduga Pelaku Curanmor di Curug Wetan Tangerang
FORMASI Dukung Saturday Service Kecamatan Kelapa Dua, Permudah Warga Urus Administrasi
Camat Kelapa Dua Apresiasi Nesya, Siswi SMPN 2 yang Tampil di Jambore Nasional XII
IPPI Colour Fun Walk 2026 Digelar, Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Hidup Sehat
FORMASI Sambut Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara, Junaedi: Sejarah Harus Hidup di Tengah Generasi
Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa
Legislator Nasdem Yakub Ikraman Sambut Humanis Aksi Demonstrasi Koalisi Buruh Bersatu

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:25

Warga Ruko 1B Blok BH-BJ Mengeluh Pengujung Sepi,Persoalkan Sistem Parkir Otomatis

Senin, 14 September 2026 - 13:51

Jatanras Polda Lampung Amankan Empat Terduga Pelaku Curanmor di Curug Wetan Tangerang

Minggu, 13 September 2026 - 23:15

FORMASI Dukung Saturday Service Kecamatan Kelapa Dua, Permudah Warga Urus Administrasi

Minggu, 13 September 2026 - 15:24

Camat Kelapa Dua Apresiasi Nesya, Siswi SMPN 2 yang Tampil di Jambore Nasional XII

Sabtu, 12 September 2026 - 09:13

FORMASI Sambut Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara, Junaedi: Sejarah Harus Hidup di Tengah Generasi

Berita Terbaru