Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Gerakan Indonesia ASRI dan Pengelolaan Sampah

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pelitanews.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng Pandawara Group untuk mengampanyekan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah dalam mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan Gerakan Indonesia ASRI lahir dari kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi kebersihan di berbagai daerah yang masih perlu ditingkatkan. Persoalan tersebut terlihat dari masih banyaknya sampah yang berserakan hingga penataan ruang publik yang kurang tertib, termasuk di kawasan wisata.

Menurut Safrizal, Presiden telah menginstruksikan kementerian terkait, termasuk Kemendagri, untuk menggerakkan Gerakan Indonesia ASRI dengan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Gerakan ini kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan hanya mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, tetapi juga menggerakkan aksi bersama untuk membersihkan kawasan-kawasan yang masih kotor dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Safrizal saat menjadi narasumber dalam Talkshow Gerakan Indonesia ASRI yang digelar dalam rangkaian Festival Bazar Kemendagri di Plaza Gedung A Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

READ  Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Berangkat Umrah Sebelum Dicegah ke Luar Negeri

Safrizal menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang harus menjadi perhatian dalam penanganan persoalan sampah, yaitu jumlah sampah yang terus meningkat, sistem manajemen pengelolaan sampah, serta budaya masyarakat dalam membuang sampah.

Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini termasuk salah satu negara dengan jumlah produksi sampah terbesar di dunia. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal mengapresiasi peran Pandawara Group yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, laut, saluran air, maupun tempat-tempat yang tidak semestinya.

“Jangan buang sampah ke sungai, jangan buang sampah ke laut, jangan buang sampah ke got, dan jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Selain membangun kesadaran masyarakat, pengelolaan sampah juga perlu dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Untuk daerah dengan volume sampah tinggi seperti DKI Jakarta dan Bekasi, pemerintah telah mendorong program waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi, baik dalam bentuk listrik, panas, maupun bahan bakar alternatif.

READ  Hadiri Olahraga Bersama Abituren Akmil 1992–1996, Kasad Tekankan Dukungan terhadap Program Pemerintah

Di sisi lain, pengurangan sampah dapat dilakukan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yaitu mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak pakai, serta mendaur ulang sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Safrizal menambahkan, saat ini banyak inovator muda yang telah bergerak di bidang pengelolaan sampah. Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan ditularkan ke berbagai daerah sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi persoalan sampah nasional.

Sementara itu, Pendiri Pandawara Group, Muchamad Ikhsan Destian, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari kepedulian lima pemuda terhadap persoalan banjir yang terjadi di wilayah Bandung Selatan. Mereka melihat bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga oleh penumpukan sampah di sungai akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mereka kemudian melakukan aksi kerja bakti membersihkan sungai sekaligus membuat konten edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

READ  Nobar Final Piala Dunia di Menteng Tenggulun, Mendagri: Perkuat Kebersamaan dan Gerakkan Ekonomi Warga

“Kami melihat sungai memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dari situ kami memutuskan untuk melakukan kerja bakti sekaligus membuat konten agar pesan menjaga lingkungan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Co-Founder Pandawara Group, Muhammad Rifqi Sadulloh, mengungkapkan cita-cita komunitasnya untuk memiliki fasilitas pengolahan sampah sendiri sehingga sampah yang dikumpulkan dapat diolah secara mandiri menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami ingin sampah-sampah yang ada di sungai bisa didaur ulang menjadi nilai baru yang bermanfaat,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan Pandawara Group, Kemendagri berharap Gerakan Indonesia ASRI dapat semakin masif dan mampu membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan generasi muda, komunitas lingkungan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen bangsa, pengelolaan sampah di Indonesia diharapkan menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

 

Berita Terkait

EcoTank Epson Tembus 100 Juta Unit, Indonesia Jadi Titik Awal Inovasi Global
Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua, Dorong Pendidikan Jadi Jembatan Meraih Masa Depan
Mendagri Siapkan Surat Edaran, Bayi Lahir di Luar Faskes Tetap Bisa Dapat Akta Kelahiran Digital
Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Data Rumah Sakit Langsung Terhubung ke Dukcapil
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken SEB BPHTB, Perkuat Integrasi Layanan Pertanahan dan Pajak Daerah
Bupati Tangerang Dampingi Seskab Teddy Indra Wijaya dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Curug
Kasad Ajak Dansat Perkuat Kepedulian dan Dukung Program Pemerintah*
TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:56

EcoTank Epson Tembus 100 Juta Unit, Indonesia Jadi Titik Awal Inovasi Global

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:02

Wamendagri Ribka Haluk Sambut 65 Pelajar Papua, Dorong Pendidikan Jadi Jembatan Meraih Masa Depan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:58

Mendagri Siapkan Surat Edaran, Bayi Lahir di Luar Faskes Tetap Bisa Dapat Akta Kelahiran Digital

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:55

Pemerintah Luncurkan Digitalisasi Akta Kelahiran, Data Rumah Sakit Langsung Terhubung ke Dukcapil

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:10

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Teken SEB BPHTB, Perkuat Integrasi Layanan Pertanahan dan Pajak Daerah

Berita Terbaru