BANJARNEGARA, PelitaNews.id – Konferensi Cabang (Konfercab) IX Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Banjarnegara diharapkan tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga melahirkan program kerja yang konkret, berdampak, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Harapan tersebut mengemuka dalam Konfercab IX Muslimat NU Banjarnegara yang digelar di Gedung Aswaja NU Center, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus PCNU, serta kader Muslimat NU dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara.
Ketua PC Muslimat NU Banjarnegara, Nur Khasanah, menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan konferensi. Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai.
Menurutnya, Konfercab menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan dan program kerja ke depan.
Ketua PCNU Banjarnegara, KH Zahid Khasani, S.Pd.I., turut menyampaikan selamat atas terselenggaranya Konfercab IX. Ia berharap pemimpin yang terpilih nantinya mampu menjaga amanah, memperkuat organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Siapa pun nanti yang terpilih menjadi pimpinan, semoga amanah dan mampu memberikan yang terbaik bagi organisasi serta Kabupaten Banjarnegara. Kita berharap lima tahun ke depan Muslimat NU dan PCNU semakin berjaya serta membawa keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, Lc., menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan dapat menjadi kekuatan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat apabila program yang disusun selaras dengan kebutuhan di lapangan.
Wakhid juga menyoroti dekorasi konferensi yang memanfaatkan sayuran dan hasil bumi. Menurutnya, pemanfaatan produk pertanian tersebut mencerminkan potensi peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Mari bersama-sama membangun Banjarnegara. Melalui program kerja yang disusun dalam Konfercab ini, harapannya lahir gagasan yang berdampak dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat, sehingga Banjarnegara bisa maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Ke depan, tantangan Muslimat NU tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, kegiatan sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, hasil Konfercab IX diharapkan menjadi pijakan bagi kepemimpinan baru untuk menerjemahkan aspirasi kader menjadi program terukur dan berkelanjutan, sehingga keberadaan Muslimat NU semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banjarnegara. (Bas)






