Banjarnegara, PelitaNews.id – Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menekankan pentingnya menjaga budaya sengkuyung atau gotong royong sebagai kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung hingga merawat hasil pembangunan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati saat membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (13/10/2026).
Pembukaan TMMD ditandai dengan upacara, pemukulan gong, serta penyerahan program kerja TMMD dari Bupati Banjarnegara kepada Komandan Kodim (Dandim) 0704/Banjarnegara, Letkol Inf. Nodelismen Hulu.
Dalam sambutannya, Amalia mengajak masyarakat Desa Kecepit dan sekitarnya untuk terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Ia menegaskan, semangat kebersamaan harus menjadi landasan dalam menyukseskan pembangunan, baik selama pengerjaan berlangsung maupun setelah seluruh sasaran program selesai dilaksanakan.
“TMMD ini merupakan program yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena kehadiran seluruh elemen ini membantu percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Banjarnegara,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari selesainya pembangunan fisik. Lebih dari itu, manfaat program harus dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang melalui pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
Karena itu, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga hasil pembangunan agar tetap berfungsi dengan baik. Menurutnya, partisipasi warga menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan desa memberikan manfaat berkelanjutan.
“Harapannya, masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat setiap fasilitas yang dibangun agar kualitasnya bertahan lama dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Sasaran Fisik dan Nonfisik.
Program TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 di Desa Kecepit dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya percepatan pembangunan di wilayah perdesaan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada pelaksanaan kali ini, sasaran fisik TMMD meliputi pengaspalan jalan sepanjang 1.490 meter dengan lebar 2,5 meter serta pembangunan satu unit pos keamanan lingkungan (pos kamling).
Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas warga dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pembangunan pos kamling menjadi bagian dari upaya mendukung keamanan dan ketertiban lingkungan.
Selain pembangunan fisik, TMMD juga mencakup kegiatan pendamping berupa pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan donor darah. Adapun sasaran nonfisik diwujudkan melalui penyuluhan kepada masyarakat dengan menghadirkan narasumber dari Kodim 0704/Banjarnegara dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) Kabupaten Banjarnegara.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program TMMD diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong pembangunan desa yang lebih merata.
Bagi masyarakat Desa Kecepit, keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh rampungnya pekerjaan sesuai jadwal, tetapi juga oleh komitmen bersama untuk menjaga, memanfaatkan, dan merawat hasil pembangunan demi kepentingan masyarakat luas. (Bas)






