Dari Lingga, Pelajar Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton Indonesia Emas

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pelitanews.id— Semangat generasi muda untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa mengemuka dalam Lomba Rakyat yang digelar Partai Demokrat di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Salah satu peserta, Khaira Arumi Tibrani, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Singkir, menyampaikan gagasan tentang pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dalam pidatonya, Khaira menegaskan bahwa anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah bangsa. Mereka harus berani mengambil peran sebagai penggerak ekonomi, penjaga keadilan, sekaligus benteng demokrasi.

“Peran kita sebagai generasi muda bukan hanya menjadi penonton di panggung sejarah, melainkan kitalah arsitek masa depan,” ujar Khaira.

Khaira menyebut, Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga keberanian untuk mewujudkannya. Salah satunya melalui keberanian berwirausaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif.

Ia secara khusus mengajak generasi muda untuk menggunakan media sosial dan artificial intelligence (AI) secara bijaksana.

“Manfaatkan media sosial dan artificial intelligence dengan baik dan bijaksana, bukan hanya untuk sekadar scrolling tanpa arah,” katanya.

READ  Peringati Nilai Kebangsaan, Rofik Hananto dan Bupati Amalia Dorong Warga Jadi Duta Pancasila

Menurut Khaira, kemajuan teknologi harus menjadi peluang bagi anak muda untuk berinovasi dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya berbicara mengenai ekonomi, Khaira juga mengingatkan pentingnya keberanian generasi muda untuk memperjuangkan keadilan. Ia mendorong anak muda agar tidak diam ketika melihat persoalan di sekitarnya dan berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

“Sebagai generasi muda, kita harus peduli saat melihat sesuatu yang salah di sekitar kita. Berani bersuara dan mengeluarkan pendapat,” ujarnya.

Dalam konteks demokrasi, Khaira mengajak generasi muda untuk menjadi generasi yang kritis namun tetap bertanggung jawab. Ia mengingatkan pentingnya menolak provokasi dan berbagai upaya yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Demokrasi adalah tentang kebebasan yang harus kita pertanggungjawabkan. Berjiwa kritis, menolak provokasi yang mengadu domba untuk memecahkan bangsa ini,” tutur Khaira.

Bagi Khaira, masa depan Indonesia merupakan tanggung jawab bersama generasi muda. Karena itu, ia mengajak teman-teman seusianya untuk tidak takut bermimpi, berani menyampaikan gagasan, dan menerjemahkannya dalam aksi nyata.

READ  Hadiri HANI 2026, Polresta Barelang Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika

“Marilah kita melangkah dengan optimis, berbicara dengan santun, berpikirlah dengan cerdas, dan jadilah aksi nyata untuk tanah air tercinta,” pungkasnya.

Pesan Khaira dari Lingga menjadi pengingat bahwa demokrasi membutuhkan generasi yang berani bersuara, berpikir kritis, sekaligus mampu menjaga persatuan. Dari daerah, suara anak muda turut menjadi bagian dari percakapan besar tentang masa depan Indonesia.

Partai Demokrat percaya bahwa masa depan bangsa harus dibangun bersama generasi muda—bukan hanya untuk mereka, tetapi bersama mereka.

Berita Terkait

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan
Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL
Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November
Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran
Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara
BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:36

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39

Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL

Kamis, 17 September 2026 - 08:06

Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November

Rabu, 16 September 2026 - 20:07

Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran

Selasa, 15 September 2026 - 07:50

Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan

Berita Terbaru