Tragedi Himalaya, Banjir Bandang Nepal Telan Banyak Korban

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KATHMANDU — Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut menyapu permukiman, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas penting di wilayah pegunungan Himalaya.

Hingga Kamis (27/8/2026), otoritas Nepal melaporkan sedikitnya 157 jenazah telah ditemukan, sementara ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Angka korban masih berpotensi bertambah karena proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.

Bencana terutama berdampak pada kawasan Rasuwa, Nepal, yang berada di sekitar perbatasan dengan Tibet, China. Arus banjir membawa lumpur, batu, dan material lainnya dengan kekuatan besar sehingga menghancurkan berbagai bangunan dan infrastruktur yang berada di sepanjang aliran sungai.

Ratusan Orang Masih Hilang

Besarnya dampak bencana membuat proses pencarian korban menghadapi kendala. Sejumlah akses jalan dan jembatan dilaporkan rusak atau tersapu banjir sehingga menyulitkan tim penyelamat mencapai lokasi terdampak.

Laporan terbaru juga menyebut ratusan orang masih belum ditemukan. Di antara mereka terdapat warga asing dan wisatawan yang sedang melakukan perjalanan menuju sejumlah lokasi wisata serta kawasan ziarah di Himalaya.

READ  Autologous Bone Marrow Stem Cells dan Kanker Serviks: Menelaah Potensi Terapi Pendamping Berbasis Bukti

Menurut laporan yang dikutip media internasional, sekitar 403 orang sebelumnya tercatat hilang, termasuk 341 warga negara asing. Wisatawan dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada termasuk dalam daftar orang yang belum ditemukan.

Kondisi tersebut membuat operasi penyelamatan menjadi prioritas utama pemerintah Nepal.

Permukiman dan Infrastruktur Hancur

Banjir bandang menerjang kawasan sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi. Sejumlah rumah, kendaraan, jalan, jembatan, dan fasilitas proyek dilaporkan tersapu derasnya aliran air.

Kesaksian dari lokasi menggambarkan kerusakan yang cukup luas. Sejumlah permukiman di dekat sungai dilaporkan hancur setelah diterjang material banjir.

Kerusakan infrastruktur juga menjadi tantangan besar bagi proses evakuasi. Helikopter penyelamat dilaporkan menghadapi kesulitan untuk mendarat di sejumlah wilayah terdampak karena kondisi cuaca dan medan pegunungan.

Diduga Berkaitan dengan Longsoran dan Aktivitas Gletser

Penyebab pasti bencana masih menjadi perhatian para ahli dan otoritas setempat. Sejumlah laporan menyebut banjir kemungkinan dipicu oleh runtuhan material berupa es, batu, dan lumpur di kawasan pegunungan yang kemudian menyebabkan peningkatan aliran air secara tiba-tiba.

READ  Peredaran obat keras yang diduga masuk kategori obat daftar G kembali menjadi sorotan di sejumlah wilayah Tangerang Selatan

Associated Press melaporkan bencana tersebut kemungkinan berkaitan dengan longsoran atau runtuhan gletser di kawasan Himalaya. Kondisi tersebut dapat menyebabkan air dalam jumlah besar mengalir secara mendadak ke lembah sungai.

Reuters juga melaporkan bahwa runtuhan lumpur dan batu dalam jumlah besar masuk ke aliran sungai di kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Namun, penyebab pasti runtuhan tersebut masih terus didalami.

Kawasan Himalaya sendiri menghadapi risiko bencana hidrometeorologi dan geologi yang tinggi, terutama selama musim hujan. Perubahan kondisi gletser juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kejadian banjir mendadak di wilayah pegunungan.

Tim Penyelamat Terus Bergerak

Pemerintah Nepal mengerahkan aparat dan tim penyelamat untuk mencari korban serta mengevakuasi warga yang masih berada di wilayah terdampak.

Upaya penyelamatan dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit. Rusaknya jalan dan jembatan membuat sejumlah lokasi hanya dapat dijangkau melalui jalur udara atau setelah akses darat berhasil dibuka kembali.

Sejumlah korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis. Tim penyelamat juga terus melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.

READ  Banjir Bandang Nepal Makin Mematikan, Desa dan Infrastruktur Hancur

Pemerintah Nepal Hadapi Situasi Darurat

Bencana ini menjadi salah satu peristiwa banjir paling mematikan yang melanda Nepal dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Nepal menghadapi tantangan besar untuk mempercepat pencarian korban, membuka akses menuju wilayah terisolasi, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Selain korban jiwa, kerusakan terhadap infrastruktur berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan jalur transportasi yang menghubungkan Nepal dengan kawasan Tibet.

Dengan jumlah korban yang masih terus diperbarui, perhatian kini tertuju pada operasi pencarian dan penyelamatan. Pemerintah Nepal dan tim tanggap darurat masih bekerja untuk memastikan jumlah korban serta warga yang hilang dapat diketahui secara akurat.

Bencana tersebut sekaligus kembali mengingatkan tingginya ancaman banjir bandang, longsor, dan bencana terkait perubahan kondisi gletser di kawasan Himalaya.

Situasi masih berkembang dan jumlah korban dapat berubah seiring proses pencarian dan identifikasi terus dilakukan.

Berita Terkait

Prestasi Fotografi Thailand di Panggung The 17th Epson International Pano Awards
Dugaan Pengurangan 10 Ton Hotmix, Proyek Rp78 Juta di Panongan Jadi Sorotan
Ratusan Warga Lippo Village Karawaci Minta Janji Pengembang, Saat Aksi Damai Di Depan Kantor TMD Lippo Karawaci
Dukung Inovasi Anak Muda, Pemkab Tangerang Salurkan Hibah Youth Climate Action Fund 2026
Lantik 362 PNS, Bupati Maesyal Rasyid Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Berkualitas
Pemkab Tangerang Bersama Baznas Salurkan Santunan Yatim-Dhuafa dan 80 Gerobak Usaha
Hadiri HUT FORBETA, Bupati Tangerang Pemkab Tangerang Tegaskan Kepedulian kepada Ojol Sebagai Penggerak Ekonomi dan Bantu Mobilitas Warga
Jelang Pengukuhan, PKB Kabupaten Tangerang Paparkan Rangkaian Kegiatan Termasuk Launching Ambulans Gratis
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:12

Prestasi Fotografi Thailand di Panggung The 17th Epson International Pano Awards

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:26

Dugaan Pengurangan 10 Ton Hotmix, Proyek Rp78 Juta di Panongan Jadi Sorotan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:39

Ratusan Warga Lippo Village Karawaci Minta Janji Pengembang, Saat Aksi Damai Di Depan Kantor TMD Lippo Karawaci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:51

Lantik 362 PNS, Bupati Maesyal Rasyid Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik Berkualitas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:25

Pemkab Tangerang Bersama Baznas Salurkan Santunan Yatim-Dhuafa dan 80 Gerobak Usaha

Berita Terbaru