Tangerang-PelitaNews.id Terkait
pemberitaan mengenai adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan proyek Rekonstruksi peningkatan jalan di Kecamatan Periuk, jalan Khairudin oleh CV. Padimuttaqin Perkasa dengan nilai anggaran sebesar Rp. 2 Miliar mendapat respon negatif dari Pengawas PUPR Kota Tangerang. Selasa, 22/09/2026.
Bagaimana tidak, Pengawas yang seharusnya bekerja profesional dalam melakukan monitoring serta mengevaluasi spesifikasi, standar dan kualitas proyek malah menunjukan sikap yang sangat tidak pantas sebagai pejabat publik.
Kuat dugaan Harpen yakni Pengawas PUPR Kota Tangerang main mata serta mendapat gratifikasi dari penyedia jasa kontraktor, sehingga dia menutup diri dari publik dengan cara memblokir nomor kontak Wartawan yang ingin mencari informasi tindaklanjut darinya.
Sikap pengawas PUPR Kota Tangerang yang bungkam ini diduga ada kaitannya dengan adanya penyelewengan anggaran proyek Rekontruksi jalan yang melibatkan sejumlah oknum, salah satunya seperti yang dia sebutkan yakni Ketua SMSI.
Namun hingga kini publik masih bingung mengapa nama Ketua SMSI Kota Tangerang, Zaky disebut-sebut oleh Pengawas PUPR. Apakah ada kerjasama antara pejabat publik dengan ketua organisasi ini, jika ada kerjasama dalam hal apa, mengapa namanya tiba-tiba muncul dalam penyelenggaraan proyek pemerintah.
Menanggapi hal itu, Jepri Ketua Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara dan Hak Asasi Manusia (LipanHam) DPD Provinsi Banten menilai kinerja Pengawas PUPR Kota Tangerang sangat tidak profesional dan sangat tidak mencerminkan sebagai pejabat publik.
“Kalau nggak mau dikonfirmasi jangan jadi pejabat, percuma rakyat bayar pajak untuk menggaji kalian kalau kinerjanya tidak becus, kalian itu pelayan masyarakat, harusnya siapapun yang memberikan informasi ya direspon jangan diblokir, kalau nggak sanggup kerja mending mengundurkan diri jadi pejabat, alih profesi saja jadi pengusaha,”tegasnya.
Bagaimana hasil proyek bisa maksimal kata Jepri, kalau Pengawasnya saja tidak profesional dan terkesan berpihak kepada kontraktor nakal, pantas saja jalan yang baru dibangun cepat rusak, salah satu faktornya mungkin karena minimnya pengawasan, sehingga terjadi kecurangan namun dibiarkan.
Sampai berita ini diterbitkan, PUPR Kota Tangerang masih bungkam.
Team/Red






