P3TGAI 2026 Perkuat Irigasi Desa Kincang, Dukung Pertanian dan Perikanan

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program P3TGAI 2026 dari BBWSO opak serayu Desa Kincang baru mendapatkan program saluran air ini dari tahun 2021,di harapkan mampu mengatasi krisis air untuk produksi pertanian maupun perikanan air tawar.(Dok.PelitaNews.id)

Program P3TGAI 2026 dari BBWSO opak serayu Desa Kincang baru mendapatkan program saluran air ini dari tahun 2021,di harapkan mampu mengatasi krisis air untuk produksi pertanian maupun perikanan air tawar.(Dok.PelitaNews.id)

Banjarnegara, PelitaNews.id– Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2026 di Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus mendukung pengembangan perikanan air tawar melalui perbaikan jaringan irigasi.

Sekretaris P3A Polo Marto, Wiwin, mengatakan pembangunan fisik di dua titik telah rampung dan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

 “Pekerjaan utamanya sudah selesai, tinggal finishing agar lebih rapi. Kami mendapat dua titik pekerjaan dan seluruh panjang saluran sudah terselesaikan,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Wiwin, Desa Kincang sebelumnya telah menerima Program P3TGAI pada 2021 dan kembali memperoleh bantuan pada 2026 karena masih banyak jaringan irigasi yang membutuhkan penanganan.

Ia menjelaskan, seluruh pekerja telah difasilitasi alat pelindung diri (APD) berupa helm, rompi, dan sepatu karet. Selama pelaksanaan, tidak ditemukan kendala berarti, meski proses pengangkutan material menuju lokasi cukup memakan waktu karena akses yang jauh.

Wiwin menilai pembangunan saluran irigasi di lokasi bagian hilir memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Sebelumnya, kawasan tersebut belum pernah memiliki saluran permanen sehingga distribusi air ke lahan pertanian sering tidak maksimal.

READ  Bukan Sekadar Buah, Durian Lokal Banjarnegara Kini Jadi Produk "Limited Edition"

 “Sekarang air sudah mengalir sampai ke lahan paling bawah. Dulu air sering meluap ke mana-mana karena belum ada salurannya. Manfaatnya sudah mulai dirasakan masyarakat,” katanya.

Selain meningkatkan pasokan air untuk pertanian, pembangunan tersebut juga diharapkan mengurangi potensi genangan saat musim hujan di sekitar permukiman.

Sementara itu, Ketua P3A Polo Marto, Masdar, berharap Desa Kincang dapat kembali memperoleh Program P3TGAI pada tahun-tahun mendatang.

“Masih banyak lahan yang belum teraliri irigasi. Selain untuk sawah, saluran air juga sangat dibutuhkan untuk mendukung budidaya dan pembenihan ikan air tawar di Desa Kincang,” pungkasnya. (Bas)

Berita Terkait

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan
Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL
Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November
Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran
Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan
Tangsel Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Perubahan APBD 2026 Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Banjarnegara
BPKP Jateng dan Pemkab Banjarnegara Perkuat Pencegahan Risiko, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:36

Kakek Pendiam Gantung Diri di Pohon Mangga Dekat Masjid Desa Tanjung Magetan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39

Ormas dan Mahasiswa Gelar Aksi di Summarecon Serpong, Soroti Dugaan Intimidasi Pedagang Starling dan PKL

Kamis, 17 September 2026 - 08:06

Sekolah Rakyat Permanen Banjarnegara Masuk Tahap Persiapan AMDAL dan LSD, Fisik Ditarget Mulai November

Rabu, 16 September 2026 - 20:07

Bazar Produk Siswa Sekolah Lansia Istiqomah Banjarnegara Tampilkan Karya dari Hasil Pembelajaran

Selasa, 15 September 2026 - 07:50

Dua Tahun Tak Dimanfaatkan, SHGB Situ Rompong Diminta Dipertimbangkan untuk Dibatalkan

Berita Terbaru

koleksi

Tut Wuri Golek Rai

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:09