oleh

Terdakwa Dugaan Permufakatan Jahat Dituntut Masing-Masing 1,4 Tahun Penjara

PelitaNews,SORONG- Di duga melakukan permufakatan jahat, terdakwa Yoseph Laurents, Ethus Paulus Miwak Kareth, Manase Baho dan Ranto Ruruk, masing-masing dituntut 1 tahun dan 4 bulan penjara oleh Jaksa Haris Suhud Tomia.

Dalam Surat Tuntutan yang dibacakan pada sidang lanjutan daring, Rabu (13/05/2020) di PN Sorong, Haris menyatakan perbuatan keempat mahasiswa tersebut melanggar Pasal 110 Ayat (1) jo Pasal 106 jo Pasal 87 KUHP.

Menanggapi tuntutan jaksa, Tim Penasihat Hukum terdakwa, Aprilia Souissa dan Polce Paliama menyatakan akan mengajukan Nota Pembelaan pada sidang pekan depan.

Mendengar permohonan Tim Penasihat Hukum terdakwa, Ketua Majelis Hakim, Willem Marco Erari menunda persidangan hingga Rabu pekan depan.

Diberitakan sebelumnya, keempat terdakwa yang masih berstatus mahasiswa ini menjalani proses hukum lanjutan di pengadilan negeri Sorong lantaran di duga melakukan permufakatan jahat pada tanggal 18 September 2019. Dugaan permufakatan jahat tersebut dilakukan keempat terdakwa di kompleks racun jalan pendidikan km 8 dan di rumah saksi Marthen Orain, tepatnya di belakang Yohan, Kota Sorong, Papua Barat.

Dalam dakwaan jaksa, keempat terdakwa di dakwa dengan pasal 110 ayat (1) jo pasal 87 KUHP dan pasal 14 ayat (1) undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dugaan permufakatan jahat yang dilakukan keempat terdakwa berkaitan dengan situasi dan kondisi keamanan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang kurang baik. Dimana dalam aksinya, keempat terdakwa di duga menggunkaan atribut yang dilarang oleh negara serta menyampaikan seruan untuk memisahkan diri dari NKRI.(edi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *